Mengenal M.S. Arifin, Owner Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta
Nama lengkapnya adalah Mohammad
Syamsul Arifin. Ia lahir dari keluarga sangat sederhana. Ia tumbuh dan besar di Desa Pasongsongan
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Ia mengenyam pendidikan formal
di SD Negeri Pasongsongan I dan SMP Negeri I Pasongsongan yang lulus pada 1988.
Kendati pendidikannya hanya
tamatan SMP, namun ia berhasil lolos menjadi seorang tentara. Sungguh banyak
cerita yang mengiringi perjalanan kariernya ketika menjadi prajurit. Sampai
akhirnya ia menemukan tambatan hatinya. Saat sekarang dirinya masih aktif
sebagai Polisi Militer di Yogyakarta.
Dalam tubuh M.S. Arifin mengalir
darah seorang ulama besar dari Pasongsongan Kabupaten Sumenep, yaitu Syekh Ali
Akbar Syamsul Arifin. Beliau adalah tokoh penyebar agama Islam yang sangat
disegani di jamannya. Syekh Ali Akbar wafat pada 14 Jumadil Akhir 1000 Hijriah. Beliau adalah
paman Raja Sumenep ke-29, yaitu Raja Bindara Saod (jadi raja sejak 1750 sampai
1762 M).
“Suatu hari saya dan istri
terlibat diskusi kecil tentang tujuan hidup. Bagi kami hidup akan sangat
berarti dan terasa lengkap kalau bisa membantu orang lain. Berhari-hari kami
mencari ide yang bisa membuat orang lain terbantu,” cerita Arifin kepada apoymadura
setengah mengenang awal dimulainya ide mendirikan Komunitas Therapy Banyu
Urip. Kamis (21/11/2019)
Sampai akhirnya M.S. Arifin
mendapatkan inspirasi, kalau dengan cara membantu orang tidak mampu membiayai
pengobatan akan lebih bermakna, apalagi sampai sembuh dari penyakit yang
dideritanya, tentu hal ini adalah perilaku mulia. Maka dengan mantap ia memilih
jalan ini. Jalan yang membuat masa depan Arifin cerah.
“Awalnya memang terasa berat
mengelola komunitas pengobatan alternatif ini. Tapi dengan niat tulus kami
merasa terpacu untuk terus berbagi kepada wong cilik, orang yang tidak memiliki
dana berobat ke rumah sakit,” kenang Arifin lebih jauh.
Dengan ramuan berbahan herbal
yang dikemas menjadi cairan, dan beberapa ramuan lain hasil dari penelitiannya,
M.S. Arifin bisa banyak membantu orang lain. Ia terus bersyukur kepada Allah
SWT dapat membuka cabang di banyak kota di Indonesia. Bahkan ada cabang
Komunitas Therapy Banyu Urip di luar negeri. Seperti Malaysia, Singapura, dan
Hongkong. Sesuatu yang tak pernah terlintas sebelumnya kalau komunitasnya bisa
berkembang sebesar sekarang.
Kendati saat ini Komunitas
Therapy Banyu Uripnya sudah besar, Arifin tetap mengadakan bakti sosial berupa
pengobatan gratis tiap Sabtu dan Minggu. (Yant Kaiy)
