Komunitas Therapy Banyu Urip: Antara Bisnis dan Berbagi
![]() |
| MS. Arifin dan istri. (Foto: Yant Kaiy) |
YOGYAKARTA, apoymadura.com - Bisnis menjanjikan banyak impian
tentang masa depan bahagia. Bisnis pula yang membuat manusia sibuk dan seolah
tidak ada waktu luang tersisa. Bahkan seringkali hubungan sosial dan jalinan persaudaraan
renggang dibuatnya. Tak punya waktu barang sejenak beranjangsana. Apalagi
beramah tamah.
Menyadari akan hal itu, Komunitas
Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta dengan produk andalannya yang manjur,
telah menggratiskan Ibu Desi Somad. Pasien ini beralamat di Jalan Simpang Tanah
Tumbuh RT.06/RW.02, Kelurahan Bungo Taman Agung, Kecamatan Bathin Tiga, Bungo-Jambi.
Sebuah ikhtiar beramal yang dijalankan komunitas ini terhadap sesama bagi yang
tidak mampu.
“Ibu Desi Somad ini seorang
mualaf. Tapi kehidupannya serba kekurangan. Dia sudah sembilan tahun didera
penyakit. Dia lebih banyak berbaring. Untuk berdiri dia membutuhkan bantuan,”
ujar owner pengobatan alternatif M.S. Arifin kepada apoymadura. Rabu (27/11/2019).
Karena jarak sangat jauh dari Yogyakarta
ke tempat tinggal Ibu Desi Somad, maka M.S. Arifin mempostkan Ramuan Banyu
Urip. Dia juga memberi petunjuk penggunaan kepadanya.
“Kondisinya sekarang mulai
membaik berdasarkan video yang dikirimkan kepada saya,” tambah M.S. Arifin yang
beristrikan Sri Wigati, seorang perempuan kelahiran Sleman-Yogyakarta.
Menurutnya, berbagi adalah
sesuatu yang indah dan merupakan jalan akhirat. Tidak akan pernah bangkrut
seseorang yang berbagi di jalan Allah. Bukankah para dai seringkali mengangkat
tema berbagi, bahwa hidup akan nikmat dunia-akhirat kalau seseorang mau berbagi
dengan sesama.
“Saya percaya kalau orang yang
menanam pasti akan memetik hasilnya. Orang yang ikut arisan, pasti akan
mendapatkan arisan. Prinsip ini yang mendasari kami dari Komunitas Therapy Ramuan
Banyu Urip untuk memberikan setengah keuntungan bersih kepada orang yang
membutuhkannya,” ujar lelaki berputra 2; Mada Arif Kelana dan Sayyid Ali Akbar
Nur Ghazali.
Sebenarnya Komunitas Banyu Urip
seringkali mengadakan bakti sosial di banyak lokasi. Baik di Yogyakarta sendiri
atau di beberapa cabangnya yang tersebar di beberapa kota.
“Biasanya saya menggandeng
teman-teman dari tentara dalam pengobatan gratis,” tambah M.S. Arifin yang
masih aktif sebagai Polisi Militer di Yogyakarta.
Perlu diketahui, kalau komunitas
pengobatan alternatif ini sudah membuka cabang di Singapura, Malaysia, dan
Hongkong. Sedangkan ramuan hasil produksinya sudah mendapatkan lisensi dari
Departemen Kesehatan RI. (Yant Kaiy)

