Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta Berikan Layanan Prima Pada Costumer
| M.S. Arifin (kanan) sedang memberikan petunjuk pada pasien. (Foto: Yant Kaiy) |
YOGYAKARTA, apoymadura.com - Era kini penyakit kelas berat
sering menyerang spontan. Memproteksi kesehatan sejak dini bagi seseorang
adalah kiat bijak. Peribahasa lama mengatakan, sedia payung sebelum hujan. Tapi
karier telah memangkas waktu jadi pendek. Kesibukan manusia hampir tak pernah
berhenti. Bahkan menghadap Sang Khalik sering tertinggal.
Dengan tidak memperhatikan pola
keseimbangan dalam raga, maka manusia mudah terjangkit virus penyakit. Mereka
mengandalkan konsumsi obat instan. Yang banyak dijual-belikan di warung pinggir
jalan. Permukaannya sehat, tapi di dalamnya sudah keropos.
“Di komunitas terapi kami
menggunakan ramuan herbal. Prosesnya juga alami. Dijamin tidak ada efek
samping. Ramuan Banyu Urip sudah dapat lisensi dari Dinas Kesehatan,” tegas
pria kelahiran Pasongsongan-Sumenep.
Pria kekar ini senantiasa jadi
imam sholat ketika di rumah. Istri dan kedua anaknya sebagai makmum. M.S.
Arifin memang menyediakan waktu spesial bersama keluarga. Ada kenikmatan
tersendiri bila bersama mereka.
“Penyakit orang sekarang beragam.
Sakit itu akan dialami oleh siapa pun. Tak peduli itu siapa. Seperti di tempat
praktek kami, ada pejabat yang kena kencing manis. Orang miskin terjangkit
juga,” terang M.S. Arifin pada apoymadura. Sabtu, (8/2/2020).
Jadi disiplin itu memegang kata
kunci dari problema ini. Disiplin dari olahraga, olah nafas, olah masakan,
terutama olah pikir. Kenapa olah pikir, karena penyakit manusia 90% dari
pikiran jeleknya.
“Olahraga pagi itu besar
manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Berapa banyak orang kini berolahraga pagi?
Paling hari libur saja. Sedangkan selama lima hari kerja seharian di kantor,”
imbuh pria yang masih aktif sebagai
Polisi Militer di Yogyakarta.
Ketika apoymadura
menyinggung soal pelayanan di Komunitas Therapy Banyu Urip. Menurutnya, tidak
ada perbedaan. Baik itu orang kaya atau miskin. Yang datang awal akan dilayani lebih dulu.
“Saya sebagai owner terapi, sudah
menginstruksikan pada semua cabang kami, baik dalam negeri atau di luar negeri
untuk tetap memberikan pelayanan prima pada costumer. Dan bisa berbagi setiap hari Sabtu
dan Ahad. Bisnis harus, sedekah pasti,” pungkasnya karena ia harus memeriksa
pasien rawat inap dari luar kota. Dengan mengendarai Toyota Alphard, M.S.
Arifin dan timnya berlalu. (Yant Kaiy)
