Mengenal Herry Santoso

Hasil gambar untuk Herry santoso
Herry Santoso
Opini: Yant Kaiy

Satu cerpen Herry Santoso dipublikasikan di apoymadura (29/1/2020) dalam judul “Perempuan di Malam Tahun Baru”. Sebagai penulis kawakan yang telah malang-melintang di dunia sastra, beliau terus berkiprah meski dalam balutan usia yang tidak muda lagi.

Di era 1980-an beliau memulai kiprahnya di media massa cetak. Dari tangannya telah lahir beberapa karya sastra yang fenomenal. Seabrek penghargaan telah disabetnya. Saya sungguh mengaguminya. Beliau tak pernah vakum dalam berkarya. Seolah tak ada ruang baginya pindah ke lain bidang kerja.

Saya sangat mengenal gaya penulisan Herry (begitu sapaan sehari-harinya), karena saya telah banyak belajar kepada beliau dalam hal dunia tulis-menulis. Ya, saya bergabung dengan Sanggar Adinda asuhan beliau ketika masih menjadi guru di salah satu SDN di Kecamatan Pasongsongan. Dia bersama anak-istri menyewa rumah di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura.

Diantara sekian anak muda yang menimba ilmu pada Herry ketika di Pasongsongan, hanya saya dan Em. Saidi Dahlan yang hingga kini masih survive melahirkan beberapa karya tulis. Mungkin ada juga teman kami lainnya, tapi kami kehilangan komunikasi.

Lebih dua puluh tahun Herry Santoso meninggalkan Pasongsongan, kembali ke Kota Blitar, tanah kelahirannya. Saya merasa tersanjung ketika Herry mau menerbitkan cerpennya di media yang saya gawangi, apoymadura.blogspot.com. Karakter dia yang low-profile dan mau berbagi adalah karakternya yang tak pernah berubah.

Selama kami belajar sastra pada Herry, dia selalu menghargai karya siapapun tanpa tedeng aling-aling. Suatu sikap yang patut diteladani. Sejelek apapun karya kami, dia tetap konsisten kalau hasil karya itu adalah kerja keras dari buah pemikiran. Tentu orang yang membuatnya ingin hasil karyanya bagus.

Sebagai murid darinya, saya selalu mendoakan dia agar tetap diberi kesehatan. Semoga Allah SWT tetap melimpahkan kebahagiaan berserta keluarganya, dilapangkan rejekinya. Sebab ilmu yang diberikan telah mengantarkan karier saya semakin cemerlang.

Ternyata Herry yang saya kenal tidak berubah karakternya dari dulu. Terbukti beliau masih memperhatikan saya. Biasanya ada orang yang gengsi memberikan karya-karyanya kepada anak buahnya. Tapi hukum itu tidak berlaku bagi sosok beliau.


Salam sukses dan tetap berkarya buat Herry Santoso!
LihatTutupKomentar