Podcast Rhoma–Islah Bongkar Strategi Belanda: Patron Yaman, Kiai Pribumi, dan Haji yang Dibatasi

Imigran Yaman adalah antek Kolonial Belanda yang didatangkan karena negara miskin

Podcast Rhoma Irama dan Islah Bahrawi terdengar seperti membuka arsip berdebu. Isinya bukan lagu dangdut, tapi politik kolonial. 

Belanda ternyata kreatif. Bukan cuma senjata, tapi juga patron. Didatangkanlah orang-orang Yaman. Dipoles jadi kelas utama. Kiai pribumi cukup jadi figuran.

Logikanya sederhana. Kalau perlawanan menyala, siram pakai otoritas baru. Maka lahirlah patron “resmi”. 

Salah satunya Habib Utsman bin Yahya. Diangkat jadi Mufti Batavia. Orang awam menyebutnya sebagai antek Londo.

Jabatan sakral, stempel kolonial. Agama pun diberi seragam dinas. Agar perlawanan lebih mudah diatur. Kolonial licik.

Parahnya lagi, urusan haji ikut diatur. Rekomendasi Habib Utsman bin Yahya jelas: batasi jemaah dari Indonesia. Bukan soal kesehatan. Bukan soal kapal. Tapi soal ide. Takut pulang membawa api.

Kolonialisme memang licin. Bisa pakai meriam. Bisa juga pakai sorban. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Pengawas Bina Tekankan Integritas Moral Guru pada Pertemuan KKG Gugus 02 Pasongsongan

Lapangan Kerja Lebih Dibutuhkan Rakyat daripada MBG Makan Gratis