Ironi Absen Wajah PPPK Paruh Waktu Sumenep: Disiplin Tinggi, Nasib Gimana?

Guru dan tendik pppk paruh waktu di Sumenep terapkan absensi wajah

Para guru dan tenaga kependidikan (tendik) PPPK Paruh Waktu di Sumenep mulai resmi jadi model dadakan tiap pagi. Kamis (12/2/2026). 

Mesin absen wajah itu memindai senyum-senyum penuh syukur dari para pendidik yang baru aktif sejak 1 Januari 2026. 

Sangat mengharukan melihat wajah-wajah ceria itu berebut menyetor biometrik demi membuktikan bahwa mereka benar-benar ada dan nyata.

​Antusiasme mereka sungguh di luar nalar manusia biasa. 

Bayangkan, para pejuang pendidikan ini hadir tepat waktu dengan semangat yang meluap-luap, seolah-olah mesin itu adalah pintu menuju gerbang kesejahteraan yang megah. 

Mungkin bagi mereka, dipindai oleh mesin jauh lebih terasa "dihargai" daripada sekadar mengajar di dalam kelas yang bangunannya mulai menua.

​Sungguh sebuah simfoni kedisiplinan yang sangat efisien bagi anggaran daerah. 

Kita punya sistem absensi sekelas bandara internasional untuk mengawasi mereka yang statusnya bahkan masih "paruh waktu". 

Memang benar, wajah boleh dipindai dengan teknologi termutakhir, meski nasib dan isi dompet mungkin masih menggunakan sistem operasi versi lama. 

Teruslah tersenyum di depan kamera, karena di negeri ini, yang penting wajah Anda terekam, urusan perut itu urusan nanti. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Pengawas Bina Tekankan Integritas Moral Guru pada Pertemuan KKG Gugus 02 Pasongsongan

Lapangan Kerja Lebih Dibutuhkan Rakyat daripada MBG Makan Gratis