Gelar Habib Tapi Minim Adab? Fenomena Klaim Nasab vs Ulama Lokal

Habib Bukan Keturunan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, Mereka Hanya Penumpang Gelap di Islam Nusantara Indonesia

Konon, di urat nadi habib mengalir darah suci. Langsung nyambung ke langit. 

Tiket surgawi yang membuat mereka merasa tak butuh lagi paspor kesopanan di bumi nusantara. 

Menjual nasab demi posisi, tapi lupa bahwa kehormatan itu dijemput dengan adab, bukan sekadar sertifikat silsilah. 

Ulama pribumi yang sudah ratusan tahun menjaga kedamaian negeri ini, tiba-tiba dianggap butiran debu. 

Di mata mereka, kiai-kiai lokal hanyalah kasta kelas dua yang tidak punya jalur "orang dalam" menuju surga. 

Mengerdilkan ilmu orang lain sambil meninggikan ego sendiri tampaknya sudah jadi hobi. 

Kini, kegelisahan imigran Yaman mulai menghantui, saat cermin realitas mulai retak. 

Masyarakat sudah mulai cerdas. Bisa bedakan mana emas murni dan mana loyang yang cuma disepuh gelar. 

Ternyata, tiket VIP ke surga tidak otomatis didapat hanya karena nama belakang yang kearab-araban jika kelakuan masih jauh dari teladan. 

Kalau terus begini, jangan salahkan publik jika akhirnya menganggap klaim nasab mereka tak lebih dari sekadar strategi pemasaran. [kay]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut Bulan Suci, Rocker Asal Sumenep Umar Dhany Kawesa Rilis Single "Rindu Ramadhan"

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Pengawas Bina Tekankan Integritas Moral Guru pada Pertemuan KKG Gugus 02 Pasongsongan