Negeri Kaya, Rakyat Merantau: Hidup Pahit Tentang Indonesia yang Katanya Makmur

Saking kayanya Indonesia, rakyatnya miskin, pejabatnya makan enak

Indonesia dikenal sebagai negeri yang katanya makmur. Tanahnya subur. Lautnya luas. Gunungnya kaya. 

Tapi rakyatnya akrab dengan kata “pas-pasan”. 

Kekayaan alam seperti etalase toko. Bisa dilihat. Sulit dibeli.

Lapangan kerja katanya ada. Tapi sering hanya di spanduk. Di pidato. Di baliho besar. 

Di dunia nyata, lowongannya sempit. Antrenya panjang. Upahnya pendek. 

Maka banyak rakyat memilih jalan jauh. Ke negeri orang. Mengirim rindu bersama devisa.

Ironisnya, mereka masih diminta cinta tanah air. Diminta setia. Diminta bangga. 

Padahal perut tidak bisa hidup dari slogan. Cinta tanah air itu soal rasa aman dan sejahtera. Bukan hafalan. 

Jadi jangan heran, jika yang paling patriotik justru yang terpaksa pergi. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut Bulan Suci, Rocker Asal Sumenep Umar Dhany Kawesa Rilis Single "Rindu Ramadhan"

Swadaya Masyarakat, Plesterisasi Jalan Buntu di Sempong Barat Rampung Dikerjakan

Pengawas Bina Tekankan Integritas Moral Guru pada Pertemuan KKG Gugus 02 Pasongsongan