Tulus



Pentigraf: Yant Kaiy

Nama besarnya telah membawa masyarakat luas ikut membela dirinya disaat genting karena ada sebagian warga mengecamnya. Menghasut dan memfitnah. Dia tetap tegar dalam berkarya, terus melangkah tanpa menoleh lagi. Karena dirinya yakin, jika yang ia lakukan tidak bertentangan dengan norma-norma apa pun.

Ternyata tidak sulit berbuat baik bagi orang lain. Tantangannya justru datang dari orang-orang sekelilingnya.

Menerima kritik dari lawan adalah manusiawi. Namun pengikut dia justru menjebloskan dirinya ke lembah hina. Lantaran tidak terima kemudian berbuat kasar, berkata-kata penuh kebencian.[]

Pasongsongan, 25/1/2020







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Juan Dali Tampilkan "La Rose" dalam Pameran Bhavana Loka di SMSR Yogyakarta

Pengumuman Pemenang Lomba Seni HUT RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan Berlangsung Meriah

Mitos Uang Bernomer 999

Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi HUT RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan

KKKS Pasongsongan Bersama BKPSDM Sumenep Gelar Validasi Data Non ASN Pelamar PPPK

Penampilan Peserta Didik dari Pelosok Desa Pasongsongan Makin Membaik

Tiga Murid SDN Soddara 2 Raih Prestasi di Lomba Lari Menengah HUT RI ke-80

Lomba Gerak Jalan Pelajar di Pasongsongan Berlangsung Semarak

KKKS Pasongsongan dan BKPSDM Sumenep Gelar Validasi Data Non ASN Pelamar PPPK Tahap II

Tayub Madura, Penambah Semarak dalam Pesta Pernikahan Desa