Harga Tembakau Bikin Galau

Tembakau rajang milik seorang warga Dusun Sempong Barat
dalam proses pengeringan di bawah terik matahari. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy
Proses menanam tembakau hingga panen amatlah panjang. Mulai dari menggemburkan tanah, mencangkul, menyiram, membuang pucuknya, memetik daunnya, merajang hingga menjemur. Tanaman tembakau butuh perawatan ekstra, sebab kalau tidak kualitas tembakau rajang sangat rendah. Otomatis harganya akan anjlok, bahkan tidak laku kalau dijual.

Di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep bagian sisi selatan, tepatnya di Dusun Sempong Timur dan Sempong Barat mayoritas masyarakatnya menanam tembakau. Mereka tak pernah “jera” kendati setiap tahun harga tembakau kurang sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan.

Tapi tahun ini, harga tembakau di tingkat petani tidak manusiawi. Karena harganya berkisar Rp 7.000,- sampai Rp 10.000,- per kilogram. Masyarakat pun pasrah dan menyerah. Tak ada pilihan bagi mereka untuk tidak menjualnya.

Berbagai argumen dari pejabat publik yang berkepentingan justru menatalkan kegalauan di tingkat petani tembakau. Segenap warga menilai kalau mereka hanya berpangku tangan, tidak ada action sama sekali. Mereka memang singa, tapi tidak bertaring dan berkuku tajam.[]


Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
LihatTutupKomentar