Motivasi M. Syamsul Bragung Guluk-Guluk
![]() |
| Moh. Syamsul |
Catatan: Yant Kaiy
Suatu sore, Minggu (2/8/2020), saya membuka hape, disalah
satu sosial media ada seseorang tidak saya kenal sebelumnya, bernama Moh.
Syamsul dari Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep mengirim
pesan, bahwa dirinya ingin mendapatkan kembali cerita pendek (cerpen) karangan
saya, “Cinta Istiqamah”. Menurut pengakuannya, dia pernah mengklipingnya, tapi
hilang tak tahu rimbanya ketika teman-teman sesama mahasiswa Unija (Universitas
Wiraraja Sumenep) meminjamnya.
Dulu ketika masih menulis di berbagai media massa cetak,
seringkali saya asal kirim saja naskah via Kantor Pos Pasongsongan Sumenep.
Kalau ada media massa lagi berbaik hati biasanya akan memberikan tanda bukti
pemuatan, plus honorariumnya.
Setelah mengubek buku tanda pemuatan karya saya, kebetulan
yang diminta Moh. Syamsul tidak ada dalam kliping.
Dalam hati kecil saya berbisik di tengah malam berhalimun,
ternyata benar kata D. Zawawi Imron, “Karya atau perbuatan manusia pasti ada
yang dikenang kendati jasad berkalang tanah.”
“Terima kasih Moh. Syamsul Bragung Guluk-Guluk! Anda telah
menginjeksi motivasi saya untuk tetap berkarya dalam situasi dan kondisi
sesulit apa pun. Barangkali hari ini tidak ada yang peduli, mungkin lain waktu
akan ada orang mengapresiasi karya kita.”[]
Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.




