Serba-serbi Masker

Trend masker dalam berbagai suasana.

Opini: Yant Kaiy
Saat ini, masker lebih sebagai proteksi diri dari paparan Covid-19 yang menjadi salah satu anjuran dari pemerintah. Karena virus mematikan ini menyerang manusia lewat saluran pernafasan. Tak ayal banyak orang yang memakai masker terlihat dimana-mana setiap harinya.

Efek dari pemakaian masker salah satunya menyebabkan kurang intimnya pergaulan masing-masing orang. Karena kita tidak tahu ekspresi dari orang yang diajak berbicara. Kita tidak tahu apakah orang yang diajak berbicara itu sedang marah atau sekadar memberi tahu. Mungkin tatkala berteriak itu sedang memanggilnya. Atau justru memarahinya.

Lebih parahnya, bisa jadi mertua disangka istri kita ketika di rumah sedang memasak. Ini berbahaya. Hehehe…

Dulu dan Sekarang
Cerita masker sudah ada sejak dulu. Keberadaan masker sebelumnya dipandang sebelah mata. Masker identik dengan wanita muslim yang ada di timur tengah karena sebagai penutup aurat.

Anggapan orang-orang non-muslim, masker sebagai pembatas hubungan sosial yang menyebabkan orang-orang tidak bisa leluasa mengenal lebih dekat. Itu memang benar karena dengan bermasker wanita muslim akan terhindar dari pelecehan. Wanita bermasker menyebabkan martabatnya tidak raib. Lebih penting lagi kaum Adam akan pikir-pikir untuk menggodanya.

Sekarang mengenakan masker menjadi kebutuhan hidup seluruh umat manusia di belahan dunia. Bukan lagi trend para perempuan Timur Tengah.[]


Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
LihatTutupKomentar