Idul Fitri dan Pandemi Covid-19
Opini: Yant Kaiy
Menelisik permasalahan bangsa Indonesia di tengah suasana
masyarakat khawatir akan momok virus corona telah merenggut kebebasan untuk
berlebaran dengan orang-orang tercinta. Sangat miris memang. Tapi keselamatan
menjadi prioritas yang tak bisa ditolerir.
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menjadi sebuah
kebijakan dari pemerintah untuk ditaati sebagai implementasi memutus mata
rantai penyebaran Covid-19. Anehnya banyak kejanggalan yang justru
ditabrak oleh pemerintah itu sendiri.
Salah satu contoh nyata tentang diperbolehkannya TKA dari Cina masuk ke
Indonesia.
Atau pabrik rokok raksasa di Kabupaten Sumenep yang
mempekerjakan ratusan orang terus saja berproduksi. Padahal pemerintah telah
menghimbau untuk menerapkan physical distancing. Ini sebuah pertanyaan yang
menggantung di langit-langit kamar tidur banyak orang yang menerapkan stay at
home.
Tapi masyarakat muslim di seluruh nusantara tetap
berhusnudzon, walau ada sebagian dari mereka yang kecewa. Terutama mereka yang
akan mudik atau pulang kampung untuk berlebaran bersama keluarga.
Semoga wujud kecewa dan prasangka buruk terhadap pemimpin bangsa
lenyap di hati kita. Mari rayakan Hari Raya Idul Fitri dengan saling
mengucapkan “Selamat Berlebaran!” kepada orang-orang tercinta via sosial media
atau menghubungi mereka lewat sambungan telepon.[]
Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com.

