Covid-19, BLT DD dan Cicilan Bank


Opini: Yant Kaiy
Pandemi Covid-19 membuat ketakutan luar biasa pada banyak orang. Ribuan nyawa melayang akibat terpapar virus laknat yang berasal dari Wuhan Cina ini. Tak terkecuali Indonesia, ratusan orang telah menjadi korban.

Di samping mengancam jiwa manusia, Covid-19 membuat perekonomian masyarakat tingkat bawah sangat terpukul. Pengaruhnya sangat begitu hebat dalam sendi-sendi kehidupan. Daya beli masyarakat menjadi menurun seiring pendapatan tidak ada karena tempat kerjanya ditutup sementara.

Berbeda dengan pegawai negeri atau pejabat negara. Walau mereka tidak masuk kerja, setiap bulan gaji terus mengalir. Sedangkan mereka yang sehari kerja untuk dimakan hari itu juga kidungnya cukup memilukan terdengar di telinga. Melihat kenyataan menyedihkan itu, hati terasa teriris. Air mata mengalir tanpa terasa.

Lalu ada kabar pengobat luka, bahwa akan ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan yang dianggarkan dari Dana Desa. Tapi sayang, masyarakat tingkat bawah terlanjur banyak yang miskin akibat virus terkutuk ini. Banyak diantara mereka yang tidak terakomodir BLT karena amat terbatas.

Yang lebih tragis mereka yang punya cicilan di bank. Pendapatan sudah tidak ada, akan tetapi mereka harus tetap membayar. Hidup mereka tak ubahnya seperti di neraka. Pendapatan tidak ada, barang-barang berharga telah terjual semua, mencari sesuap nasi saja sudah sulit, ditindih lagi kewajiban setoran ke bank.

Setengah Hati
Ramai diberitakan di media massa pabrik rokok Gudang Garam di Kabupaten Sumenep Madura tetap berproduksi. Padahal ada ratusan karyawan bekerja di pabrik rokok ini. Terus ada berita baru lagi, seperti dikutip dari media massa terpercaya, ada Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang masuk ke Indonesia. Ini semua maksudnya apa? Padahal status Indonesia masih dalam pandemi virus corona.

Haruskah kita curiga terhadap realita ini? Menurut Anda bagaimana?[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
LihatTutupKomentar