Puisi: Ahkmad Jasimul Ahyak





















Lembaran Asa
Kubuka sisa-sisa lembaran usang
Di mana sajak indahmu tertulis
Perlahan  ku baca
Sebait kalimat masih tersemat dalam hati
Menyentuh rasa
Mengoyak jiwa
Separuh getaran episode belum usai ku baca
Bisakah aku temukan?
Kisah sebuah kata
Di lembaran asa
Yang tersisa

Hidup
Dengan luka menganga
Aku masih tertawa
Ini takdirku
Inilah caraku menikmati hidup
Nasib ditubuhku
Tuhan dijiwaku
Berdua bersatu menyatu
Dalam peran cintaku

Aku hidup
Ingin belajar...
Ikhlas kepada Ismail
Ingin belajar...
Makrifah kepada Ibrahim
Ingin belajar...
Hakikat kepada binatang qurban

Inilah...hidup

Renta
Pada senja yang renta
Kutitipkan resahku
Yang berhamburan di beranda malam
Negeriku yang anggun
Tertimpa gemerisik angin bencana
Suaranya meriuk
Pecahkan ketenangan di mana-mana

Musafir
Dulu
Mereka yang lupa pulang
Adalah musafir ditelan petang
Di sini
Bukan tempat kita
Di bumi
Bukan keabadian kita
Jasad kita hanya sebatas wadah
Laksana keris dalam warangka

Mereka
Yang lupa pulang
Mereka
Yang ditikam berhala
Materi dan Tuhan-Tuhan kecil dijiwanya
Menyatu dalam mata batinnya
LihatTutupKomentar