Cari Peluang Proyek Buku
Opini: Yant Kaiy
Beberapa hari yang lalu saya mendapat pemberitahuan dari
teman untuk mencari lowongan proyek buku. Sebenarnya saya agak malas mengajukan
proposal kebeberapa instansi atau perusahaan atau penerbit. Ada perasaan seperti
mau meminta, mengemis, memohon kepada mereka bisa diterbitkan.
Sudah capek-capek menghabiskan tenaga, waktu dan mencurahkan
pikiran kepada karya tulis, eh ternyata setelah ditawarkan banyak saja
kesalahan di mata mereka. Harus dirubah ini dan itu. Ujung-ujungnya wajib antri
dan tidak ada kepastian. Lebih jahatnya diletakkan di tong sampah.
Perasaan malas itu karena saya terlalu sering dipermainkan,
bahkan lebih ekstrimnya ‘disiksa’ oleh mereka.
Akhirnya saya membuat media online www.apoymadura.com dengan segala wujud kekurangannya.
Karena saya meminta bantuan teman untuk membuatkan websitenya. Saya hanya
belajar cara mempostingnya saja.
Sebelumnya saya hanya menjadi bahan bakar kendaraan beberapa
media online tanpa menerima imbalan. Lalu saya banting setir membangun media
online, mengambil inisiatif dengan minim pengetahuan tentang website. Saya pun
merdeka menuangkan karya tulis setiap hari. Puas, tak terbebani.
Ternyata banyak juga yang mengunjungi website saya. Senang
tak terbilang. Perlu diketahui, website saya gado-gado. Saya tak mau terkekang.
Minggu kemarin ada teman menyarankan agar website saya fokus
pada satu bidang tulisan saja. Agar ratingnya semakin bagus dan berprospek jadi
monetizing. Tapi bagi saya itu bodoh amat. Yang penting saya bebas menuangkan
ide atau inspirasi kedalam tulisan. Itu saja telah cukup. Apalagi kalau tulisan
saya banyak yang membacanya.
Tujuan awal saya supaya tulisan tidak dibuang, kan sayang.
Mending dipublikasikan sendiri di website.
Puji syukur pada Tuhan, ada beberapa iklan yang mau
berpromosi di media online apoymadura.com.
Ini suatu keberuntungan. Walau hanya cukup beli kopi dan rokok, namun itu sudah
luar biasa.[]
Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

