Tradisi “Tampaan Poasa” Desa Pasongsongan
![]() |
| Suasana Pasar Waru Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan pada siang hari. Kamis (23/4/2020) Di tengah pandemi Covid-19 menyambut tradisi "Tampaan Poasa". (Foto: Yant Kaiy) |
Tradisi “Tampaan
Poasa” dilaksanakan 1 hari sebelum bulan suci Ramadan. Pagi-pagi sekali
kaum ibu di Dusun Sempong Barat ini sudah sibuk membuat kue cucur, apem, dan ketupat dari
daun kelapa. Penganan itu lalu mereka antarkan kepada para tetangganya. Sebagian
lagi penganan itu mereka sedekahkan ke masjid dan musholla serta tempat shalat
tarawih dilaksanakan.
Menurut para pinisepuh dusun yang berbatasan dengan Desa
Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan menerangkan bahwa, tardisi berbau
Islami ini bertujuan menyemarakkan datangnya bulan puasa. Sesuai dengan anjuran
Nabi Muhammad SAW, bahwa manusia itu harus berbahagia dengan datangnya bulan
suci Ramadan.
“Katakanlah: Dengan
kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia
Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
(QS. Yunus [10]:58)
Sangat jelas firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an ini.
Jadi sebagai bentuk kegembiraan di masing-masing daerah tentu berlainan
sistemnya. Namun muatannya sama, mengagungkan datangnya bulan kemuliaan ini.
Ramadan di Tengah
Pandemi Covid-19
Dalam menyemarakkan tradisi “Tampaan Poasa” di suasana pandemi Covid-19, ternyata keadaan beberapa
pasar yang penulis temukan tetap ramai seperti biasanya. Tidak ada indikasi di
wajah mereka sebentuk kekhawatiran. Mereka tetap bergairah. Seperti suasana
Pasar Pasongsongan-Sumenep, Pasar Pasean-Pamekasan, dan Pasar Waru-Pamekasan.
“Semoga Kabupaten Sumenep dibulan suci Ramadan ini tetap
berada di zona hijau. Agar nuansa khusyuk senantiasa tercipta sehingga
pelaksanaan shalat tarawih berjalan seperti banyak harapan orang,” ujar Sundari
warga Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep kepada apoymadura.com. Kamis (23/4/2020). (Yant
Kaiy)

