Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak

Vignet Yant Kaiy





















Virus Corona

Hening kian mengalir tanpa kata
Sayup-sayup kekosongan dunia
Di sana-sini terombang-ambing
Oleh bayangan kelam yang membawa kabar duka
Engkau terbang bebas ke mana saja
Di udara...di lautan...di daratan
Kau siram mangsamu
Dengan racun yang menyakitkan
Membuat manusia lemah tak berdaya
Beribu jiwa kau bakar tubuhnya
Mati terkapar seketika
Wahai corona...
Dengan adanya banyak kematian
Engkau membuatmu lega
Apakah ini mungkin pertanda?
Karena adanya kedzoliman sang penguasa
Sehingga Negeri ini menjadi binasa

Pasongsongan, 17/3/2020



Vignet Yant Kaiy

























Sang Pejalan Kaki

Kepada siapa aku melangkah
Kalau tidak kepada mendung
Yang akan menetaskan hujan
Kupeluk hingga basah bersama kesedihan
Ribuan langkah jejak kaki menelusuri kusutnya jalan
Pada ribuan kopi jalanan selalu aku teguk
Karena kopi adalah medan kelanaku
Yang paling curam dalam sajadah cinta
Bersama beberapa cermin usang sejarah
Dalam kesendirianku
Setiap detik aku selalu bersujud
Diantara kening beradu di atas sajadahMu
Kalau bukan petualang
Kemana kutaruh gelapnya malam
Saat kemarau gersang
Merampasnya...
Merebutnya...
Dari dingin yang tenang
Kalau bukan pejalan kaki
Pada siapa langkah kaki ini ku tanya jalan
Hanya takdir mengantarkan kebahagiaan
Di keabadian hidupku

Pasongsongan, 17/3/2020


















Biodata: Akhmad Jasimul Ahyak penyair muda dari Desa Pasongsongan
Kabupaten Sumenep. Aktivitas sehari-hari mengajar di MA Itmamunnajah
Pasongsongan.
LihatTutupKomentar