Pemerkosa dan Pembunuh


Pentigraf: Yant Kaiy

Berulangkali aku mencoba mau memberi tahu keluargaku. Tapi usahaku gagal. Sia-sia. Aku tak bisa menjangkaunya. Aku memanggil mereka dengan suara keras. Mereka tak mendengarnya. Mereka terus mencariku ke segala tempat. Mereka juga mengumpulkan data terakhir lewat wawancara kepada beberapa temanku.

Ingatan tentang pemerkosaan bergilir yang dilakukan lima anak berusia belasan tahun. Di semak belukar beralas daun kering mereka menumpahkan nafsu bejatnya. Mulutku diperban. Tangan dan kakiku diikat.

Setelah puas mereka melemparku ke jurang berbatu. Hilang kesadaranku. Yang terasa tubuhku sakit luar biasa. Aku rindu rumah, tapi tubuhku tinggal tulang. Membatu dalam duka tak berkesudahan.

Pasongsongan, 18/3/2020


Postingan populer dari blog ini

Meriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Ini Daftar Pemenang Lomba Kolase Tingkat TK/RA Pasongsongan

Juara Lomba Mewarnai TK/RA Pasongsongan HUT ke-81 RI di MI Annajah

Ketulusan Anak-Anak Pasongsongan di Tengah Riuhnya Negeri