Pemerkosa dan Pembunuh
Pentigraf: Yant Kaiy
Berulangkali aku mencoba mau memberi tahu keluargaku. Tapi
usahaku gagal. Sia-sia. Aku tak bisa menjangkaunya. Aku memanggil mereka dengan
suara keras. Mereka tak mendengarnya. Mereka terus mencariku ke segala tempat.
Mereka juga mengumpulkan data terakhir lewat wawancara kepada beberapa temanku.
Ingatan tentang pemerkosaan bergilir yang dilakukan lima
anak berusia belasan tahun. Di semak belukar beralas daun kering mereka
menumpahkan nafsu bejatnya. Mulutku diperban. Tangan dan kakiku diikat.
Setelah puas mereka melemparku ke jurang berbatu. Hilang
kesadaranku. Yang terasa tubuhku sakit luar biasa. Aku rindu rumah, tapi
tubuhku tinggal tulang. Membatu dalam duka tak berkesudahan.
Pasongsongan, 18/3/2020

