Mengimla Musim
Pentigraf: Yant Kaiy
Kegagalan demi kegagalan telah sering Debur alami sehingga
hidupnya terkatung-katung diantara banyak cita-cita. Akhirnya kesengsaraan yang
ia reguk selama berpuluh-puluh tahun. Bukan ia tidak bersyukur terhadap nikmat
yang diberikan Tuhan terhadapnya. Mulai dari dalam kandungan sang ayah
meninggal dunia, setelah lahir si ibu berpulang ke pangkuan Allah.
Nenek-kakeknya juga sudah tiada. ia diasuh oleh pamannya yang kerjanya sebagai
pengemis.
Debur mengenyam pendidikan hanya sampai SD tidak tamat. Ia
lalu menjadi pemulung. Lantas ia menikah dengan janda berkaki pincang bekas
pelacur. Ia punya anak berwajah cantik tapi matanya buta. Dan anak yang kedua
mati karena sakit panas.
Kini Debur tinggal di rumah kardus di bawah jalan tol
bersama putrinya yang cantik. Sedangkan istrinya meninggal karena penyakit
kanker rahim. Kini ia hanya bisa mengimla musim. Pasrah terhadap takdir.
Pasongsongan, 10/3/2020
