Beling Cinta

Pentigraf: Yant Kaiy
Disaat hujan deras di jalan desa, aku berteduh dari hujan di
warung kopi yang sudah lama tidak ditempati lagi. Sepeda motorku dibiarkan
terkena air hujan. Kebetulan aku tidak membawa jas hujan.
Ada lelaki sudah uzur usianya memilih sesuatu. Aku mengira
orang gila karena ia tidak mempedulikan hujan disertai angin kencang. Tatkala
lewat di depanku, ia menyapaku. Aku acuh tak acuh. Eee, tiba-tiba dia bernaung.
Aku tawarkan rokok kepadanya. Aku tanya dia sedang melakukan apa.
“Saya sedang memilih beling-beling yang berceceran, Mas.
Rupanya ada botol yang dilindas ban mobil. Pecahan beling ini berbahaya kalau
mengenai ban sepeda motor dan mobil saudara-saudara kita. Bisa menyebabkan
kecelakaan, lho.”
Pasongsongan, 21/3/2020
