Puisi: A. Jasimul Ahyak


                                                                        Hasil gambar untuk Vignet



Biodata:
A. Jasimul Ahyak, lahir di Pasongsongan, desainer, pelukis dan guru. Saat ini aktif sebagai ketua umum di Sanggar Adinda, aktifitas sehari-hari mengajar. Alamat rumah: Dusun Lebak Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep





Isak Tangis Bahasa Cinta

puisiku bernyawa, berbahasa lebih banyak dari segala yang ada di kepala, bisa menghadirkan senja, rindu, malam, gelap, subuh, cinta dan kamu dalam lembar-lembar, yang mencintai isak tangis paling panjang pun, yang menjelma rumah, ketika dunia tidak punya sisa tempat persinggahan.




Rindu
sore ini senja tampak sejuk
angin-angin yang menyapu helai rambutku tak terasa dingin
kopi pahit yang kuseruput sedikit demi sedikit mampu kuhabiskan,
dan jejak kakimu telah memasuki pulau.
Hanya pada senja kukatakan.....
pulanglah lebih cepat petang ini,
kekasih hati sedang menujuku,
aku tak ingin kau mengalihkan pandangannya nanti,
kali ini biarlah malam yang pertemukan kami
 dengan bulan dan bintang-bintang mahkotaiku.



Mimpi dalam Selimut
Sebelum jiwaku tergeletak di atas bunga tidur
Sebelum seribu rindu menembus balut selimut
Aku dari kejauhan mengirim kecup
Tanpa sendu
Tanpa pilu.



Rindu Bersama Secangkir Kopi
Aku sedang tidak berkhianat
Hanya sedang ingin
Menikmati kopi..
Tak perlu  cold brew
Cukup kopi hitam dengan gula jawa
Ya...
Sesederhana itu dan itu cukup
Untuk melarung rasa
Bersama secangkir kopi
Lalu berselancar

Dalam gulungan ombak puisi.






Editor: Yant Kaiy
LihatTutupKomentar