Menjaga Kelestarian Goa Soekarno
| Goa Soekarno |
Destinasi wisata baru, Goa Soekarno yang terletak di Desa Panaongan Kecamatan Pasongsonga Kabupaten Sumenep kini terus ramai dikunjungi orang. Utamanya pada hari libur. Beberapa mobil dan bus mini terlihat berjejer rapi di lahan parkir.
Goa Soekarno adalah gua alami. Pengelola tempat wisata sekaligus investor Goa Soekarno, Hairul Anwar, sengaja tak merubah keadaan aslinya. Hanya lantai gua yang dibentuk sedemikian rupa. Stalaktit dan stalagmit masih dalam bentuk asalnya. Tak mengalami perubahan sama sekali.
Semua itu dimaksudkan agar originalitas Goa Soekarno bisa dinikmati masyarakat luas, betapa indah dan mempesona hasil ciptaan Tuhan itu.
| Foto: Hairul Anwar |
Allah SWT telah memberikan keindahan alam ini untuk
menjadi edukasi bagi manusia. Mengaji dan menjaga alam hasil ciptaan-Nya dalam
Islam sangat dianjurkan karena semua itu untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Perenungan tentang alam semesta beserta isinya akan menggiring manusia kepada
kehebatan Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.
Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh atau memerintahkan
untuk melestarikan lingkungan hidup adalah firman Allah SWT :
“Telah tampak kerusakan di darat
dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke
jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), Bepergianlah di bumi lalu lihatlah
bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah
orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat
41-42)
“Dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya
dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
kepada orang yang berbuat kebaikan. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa
kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin
itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami
turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai
macam buah-buahan. Seperti itulah Kami
membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya
tumbuh subur dengan ijin Tuhan, dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya tumbuh
merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran
Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56-58)
Perintah Allah dalam ayat-ayat
Al-Qur’an di atas sangatlah jelas, bahwa manusia sewajibnya dan sebisa mungkin
untuk melestarikan alam dan lingkungannya dari kerusakan oleh tangan-tangan
jahil manusia.
Juga Allah memerintahkan kepada
manusia untuk mempelajari kisah umat-umat terdahulu (sejarah) yang dilaknat
dengan bencana karena mereka tidak menghiraukan perintah Allah untuk senantiasa
bersyukur terhadap pemberian Allah, bukan malah seenak perutnya
berbuat kerusakan di muka bumi.
Seperti kita menjaga dan memelihara Goa Soekarno untuk kita nikmati keindahannya. Adalah tanggung jawab kita. Maka kita gali ilmu dari sisi Goa Soekarno
sebagai peninggalan sejarah yang amat menawan. (Yant Kaiy)
