Mengenal Penyakit Kencing Manis
![]() |
| MS.Arifin owner Komunitas Therapy Banyu Urip Yogyakarta (Foto: Yant Kaiy) |
Penyakit kencing Manis (diabetes
melitus) merupakan penyakit mematikan. Penyakit ini menjadi momok bagi siapa
saja. Korban pun banyak yang berjatuhan. Menurut data yang dikeluarkan oleh
International Diabetes Federation mencatat saat ini setiap 8 detik ada orang
yang meninggal akibat diabetes di dunia.
Jumlah penderita diabetes
Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia. Jumlah terbesar penderita penyakit
ini ditempati Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brasil, dan disusul Meksiko.
Sedangkan didalam negeri ada lima provinsi dengan penderita diabetes tertinggi,
yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa
Timur.
Beberapa anjuran dari para ahli
medis, sebelum diabetes semakin mengkhawatirkan atau menjadi komplikasi
penyakit lainnya, maka anggota keluarga dapat mencermati gejala diabetes sejak
dini. Gejala yang lazim adalah sering
buang air kecil, cepat haus, lekas lapar, berat badan turun drastis, luka sulit
sembuh, dan beberapa gejala lainnya.
Kemarin (16/11/2019) apoymadura
mewawancarai Sertu M.S. Arifin di Yogyakarta via telepon. Beliau adalah seorang
tentara dan owner Komunitas Therapy Ramuan Banyuurip di Yogyakarta. Cabang dari
komunitas ini ada di beberapa kota besar di Indonesia, bahkan ada juga
cabangnya di luar negeri.
“Ada salah satu solusi murah dan
layanan gratis bagi penderita diabetes yang diberikan oleh Komunitas Therapy
Ramuan Banyuurip,” ujar lelaki perkasa kelahiran Pasongsongan-Sumenep. “Silakan
menghubungi nomer HP saya di 087738553355. Semua penyakit ada obatnya. Tidak
ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Yakinlah, bahwa Allah SWT akan
menolong umat-Nya yang mau berikhtiar untuk sembuh.”
M.S. Arifin menambahkan, bahwa
pengobatan yang diberikan pada pasien adalah ramuan herbal. Tidak ada zat-zat
kimia berbahaya. Semua aman dan terdaftar di Dinkes (Dinas Kesehatan).
Ramuannya terbukti manjur untuk mengobati segala macam penyakit kronis lainnya.
Salah satunya adalah penyakit kencing manis.
“Di komunitas kami dalam
melakukan terapi terhadap pasien, yaitu melalui terapi oles, kompres, tetes,
dan kumur,” ujar lelaki dermawan ini yang hanya tamatan SMPN 1 Pasongsongan
Kabupaten Sumenep.
Dalam penjelasannya, terapi oles
bermanfaat untuk melunakkan otot kaku, mengeringkan gatal-gatal, menyembuhkan
luka lama dan luka baru. Terapi kompres berfungsi untuk menutup luka lama dan
baru, mengempeskan benjolan dan pembengkakan. Terapi tetes berfaedah untuk
membuka syaraf dan segala macam bentuk
penyakit penyumbatan. Terapi kumur berkhasiat untuk mengeluarkan kolesterol,
kadar gula, asam, kelenjar, toksin, nikotin, virus dan lain-lain.
“Sengaja di Komunitas Banyuurip
kami memasang slogan: Alternatif bagi pasien yang takut operasi. Kalau bukan
lewat operasi bisa sembuh, kenapa Anda tidak mencobanya,” pungkasnya meniscaya.
(Yant Kaiy)

