Nasib Penjaga Sekolah di SD Negeri Madura: Antara Ada dan Tiada
Pernahkah Anda membayangkan sebuah sekolah dasar tanpa sosok yang membuka gerbang di pagi hari atau yang memastikan lampu-lampu hidup saat malam tiba?
Di banyak Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pulau Madura, pemandangan ini bukan sekadar imajinasi, melainkan realitas pahit yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Keberadaan Penjaga Sekolah seringkali dianggap sebagai posisi "pelengkap" dalam struktur pendidikan.
Padahal, peran mereka jauh lebih krusial dari sekadar memegang sapu atau menyeduh kopi.
Mereka adalah garda terdepan keamanan aset negara dan kenyamanan belajar siswa.
Lebih dari Sekadar 'Tukang Kebun'
Di Madura, banyak sekolah yang terpaksa "pasrah" karena tidak memiliki penjaga sekolah yang resmi dari pemerintah.
Akibatnya, tugas-tugas vital menjadi terbengkalai atau—yang lebih sering terjadi—dibebankan kepada guru honorer yang gajinya sendiri sudah pas-pasan.
Beberapa poin penting yang perlu kita garis bawahi:
Keamanan Aset: Sekolah kini penuh dengan perangkat teknologi seperti laptop dan proyektor (bantuan TIK). Tanpa penjaga yang standby, risiko pencurian meningkat drastis.
Beban Ganda Guru: Guru seharusnya fokus mengajar, bukan malah sibuk mengurus kebersihan toilet atau mengunci pagar.
Kenyamanan Siswa: Lingkungan yang bersih dan asri adalah syarat mutlak proses belajar yang sehat. Siapa yang menjamin ini jika petugasnya tidak ada?
Mengapa Pemerintah Terkesan "Lupa"?
Ketimpangan ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah hanya fokus pada peningkatan kualitas guru, tapi lupa pada ekosistem pendukungnya.
Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) selama ini lebih banyak menyasar formasi guru, sementara tenaga kependidikan seperti penjaga sekolah seolah "tercecer" dari radar kebijakan.
Penjaga sekolah juga manusia yang butuh kepastian status dan penghasilan yang layak sesuai UMK.
Kesimpulan
Sekolah bukan sekadar deretan ruang kelas; ia adalah rumah kedua bagi anak-anak kita.
Dan setiap rumah yang aman membutuhkan penjaga yang setia.
Sudah saatnya pemerintah daerah di empat kabupaten di Madura duduk bersama untuk memprioritaskan formasi penjaga sekolah ini.
Jangan tunggu aset hilang atau gedung sekolah kumuh baru kita bereaksi.
Pendidikan yang bermutu dimulai dari sekolah yang terawat dan aman. Dan itu dimulai dengan menghargai sosok Penjaga Sekolah. [kay]

