Antologi Puisi “Lazuardi Asa” (26)



Puisi Karya Yant Kaiy

Perkenalan Pertama

melamunkan wajahmu tiada hentinya

senja pun terasa cepat berganti

tiada waktu yang tersisa

hanyalah untukmu seorang

kuberserah diri

takluk pada merah cinta

tanpa seujung perlawanan.

Sumenep, 29/03/90

 

Bianglala Hatiku

kesendirian membalut galau

kuremas jamari hatimu dalam angan

merenda beragam resah menbaja

di raga nan tak berombak asa

kuberenang mencari fokuss halusinasi

meski kematian menghadang

kuharus pantang mandur

tak menyerah pada nasib diri

 

sementara kembang-kembang bermekaran

di taman hati nuraniku, jernih

kududuk termenung mengenang

lembut kedip matamu

sembari kuusap dadaku

lantaran sesak nafasku menanggung rindu.

Sumenep, 29/03/90

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Lapangan Kerja Lebih Dibutuhkan Rakyat daripada MBG Makan Gratis

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna