Ke Lain Cinta



Pentigraf: Yant Kaiy

Titin panggilan sehari-harinya. Perhatiannya terhadapku luar biasa. Disaat aku terpuruk oleh masalah keuangan, ia membelanjakan seluruh gajinya untuk memenuhi kebutuhan hidupku di tanah rantau. Dalam hati aku berjanji akan menggantinya kelak. Namun ia terlihat tulus, tak terpikirkan mengharap ganti.

Aku memaknai perhatiannya bukanlah sepotong cinta karena dia telah punya anak satu. Suaminya di kota lain, melanjutkan kariernya sebagai pengacara. Manusiawi kalau ia begitu butuh belaian cinta. Ketika libur kerja kami sering ke tempat wisata. Tak pernah ada diskusi tentang asmara diantara kami. Bukan aku sok suci, tapi aku tenggang rasa.

Akhirnya ia berlabuh di dermaga cinta teman satu kampung. Ia pun dimangsa tanpa sisa.[]

Pasongsongan, 28/1/2021








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan