Setelah Mandi

 


Setelah Mandi

Puisi: Yant Kaiy

 

kutarik napasku dalam sekali

menghirup sejuk hawa pagi

kulayangkan mata menatap

panorama alam menghijau

setelah mandi

kulangkahkan kaki

entah apa yang akan kuperbuat

lantaran susahku kemarin

bergelimang tak karuan

hingga diri tak kuasa menahan

dan jenuh kian membahana

 

setelah mandi,

hati selalu bertanya-tanya

akankah nanti kurasakan bahagia

kalau tetap seperti kemarin

kapankah bisa kureguk air dari surga

ceria damba serentang usia

 

kuharus berpikir begitu rupa

agar kejenuhan tak menggerogoti jiwa

atau kebimbangan yang acapkali menindas hasrat

langkah kaki tak tentu arah

seakan-akan diri tak betah hidup, meski

tak ingin cepat meninggalkan alam fana ini

 

barangkali ada yang tidak kuasa

lebih baik mati…

bukankah kematian yang kita tunggu, kawan (?)

namun kutak putus harapan

ikrar hati hingga akhir dari masa tua

kusadari bahwa kesabaran wajib dimiliki insan

dimanapun, ketabahan senjata terhebat

menaklukkan ego diri

menerjang amarah tak terkendali

 

kupercaya itu semua

terkadang kebimbangan menghantui sadarku

karena aku kini tetap seperti sediakala

tak pernah kurasakan perubahan itu

seperti impian panjang malam-malamku.

 

Madura, 24/11/92

LihatTutupKomentar