Senja Harapan
Senja Harapan
Puisi: Yant Kaiy
bangkitkan, luapkan pernik-pernik pertemanan
mempesona bagi diri, mengelupas tanpa bekas derita
menyayat sukma
berlalu senja dari pandanganku
menentukan persaingan kiat sengit
semula meresahkan jiwa berbau ragu
lantaran tak terbiasa menjalani nuansa permusuhan
melemparkan sesama ke jurang kekalahan
rasanya aku semakin bodoh
tak tahu lagi harus berbuat apa
sementara bekal remajaku tak terlalu syarat pengalaman
miskin akan infprmasi sekitar, segera tersadar
aku harus melangkah kuak segala sosial dan tradisi
terus terang, saat ini kuingin menyelami suasana beda
biar kutak tersiksa dalam lembah derita
senja harapan masih tersisa
masih ada basah tenggorokan
sebelum maut menjemput raga.
Madura, 24/11/92

