Nasib Nelayan Pasongsongan



Opini: Yant Kaiy

Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep memiliki pelabuhan terbesar di wilayah Madura, seiring hasil tangkap ikan nelayan di daerah ini begitu melimpah. Namun sebagian besar nasib nelayan Pasongsongan tetap saja berkutat di bawah garis kemiskinan. Ini mengundang keprihatinan banyak pihak.

Menurut para nelayan Pasongsongan, sistem bagi hasil yang berlaku tidak adil antara juragan (pemilik perahu) dengan para pekerja. Dan ini menjadi salah satu faktor kuat tidak terbantahkan.

Biasanya, hasil dari tangkap ikan itu dibagi dua. Juragan mendapat 50% dan pekerja juga mendapat 50%. Tapi bagian nelayan dipotong lagi untuk biaya bahan bakar, perahu, mesin, jaring dan lain-lain. Wajar kalau nasib nelayan tidak terdongkrak kehidupannya karena pendapatan mereka sangat kecil.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Postingan populer dari blog ini

CERPEN MADURA: Joko Tole Aperrang Kalaban Dempo Abang

Keren! Pembina Upacara SDN Padangdangan 1 Minta Siswa Kelas Tinggi Jadi Contoh

Pisah Sambut Pengawas Warnai Pertemuan Rutin KKG PAI Pasongsongan di SDN Pasongsongan 1