Lapangan Desa Padangdangan Menuai Kritik

Lapangan sepak bola Desa Padangdangan
yang tanahnya dikeruk, padahal posisinya sudah rendah.
(Foto: Yant Kaiy)


Apoymadura, Sumenep – Lapangan sepak bola Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep belakangan ini menjadi sorotan publik. Hal ini disebabkan lapangan tersebut bulan lalu tanahnya dikeruk dan dijual oleh Kades Maskon.

“Menurut saya, konsep pembangunan lapangan sepak bola itu tidak berwawasan lingkungan. Sebab tanah di situ paling rendah, otomatis kalau musim hujan air akan meluber ke lapangan,”  komentar pria berdomisili di Dusun Dunggadung desa setempat yang namanya tak mau dimediakan. Senin (12/10/2020).

Ia menambahkan, hasil penjualan tanah itu tidak memberikan keuntungan materi (keuangan) bagi desa lantaran harus membayar alat berat untuk meratakan tanahnya. (Yant Kaiy)

LihatTutupKomentar