Riak Anti Pemerintah
Opini: Yant Kaiy
Faktor kesenjangan sosial, peraturan yang tidak pro rakyat
kecil, penindasan, dan kesewenang-wenangan pejabat publik menjadi bom waktu
yang siap meledak kapan saja. Segudang kekecewaan dari rakyat menumpuk di pikirannya.
Sehingga nuansa rasa tidak percaya kepada pemimpinnya menjadi kian
mengkhawatirkan.
Lebih parah lagi tergores bibit kebencian yang mengerucut
pada tindak kekerasan. Padahal pejabat publik sejatinya melayani masyarakat
sebaik mungkin. Karena baju, celana, sepatu, dan segala kebutuhan hidupnya
diperoleh dari tetesan keringat rakyat.
Kita tahu pejabat negara itu yang membayar rakyat, tapi kemudian
kenapa mereka paling kuasa terhadap segala-galanya. Kita sadar yang membayar
pekerja adalah tuannya. Gaji pejabat itu dari rakyat. Berarti rakyat adalah tuannya.
Namun mengapa implementasinya justru kebalikannya.
Lalu orang-orang yang teraniaya karena pelayanan pejabat
publik, tersakiti karena keadilan tidak berpihak pada yang benar, keberadaan
hukum tunduk pada orang-orang yang berkantong tebal, semuanya membentuk bola
salju yang membahayakan NKRI. Ini semestinya tidak boleh dibiarkan menjadi
kanker. Kalau kanker itu tidak segera diobati, maka kemungkinan besar si
penderita akan mati.
Tulisan ini tidak bermaksud menyulut emosi siapa saja yang
tersinggung. Atau bermaksud agitatif. Melainkan fenomena di bawah mulai
terdengar percikan pembicaraan yang menghina pemimpinnya. Ini sepantasnya tidak
boleh terjadi.
Ending dari tulisan ini agar pemangku kebijakan publik mulai
instrospeksi dan tidak ongkang-ongkang kaki lagi. Sebab perilaku demikian
melukai nurani rakyat.
Yant Kaiy, penjaga
gawang apoymadura.com.

