Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak


Ingin Pulang
Pikiranku gamang
Jauh menerawang
Kapan aku bisa pulang?
Di kejauhan sana
Banyak orang yang aku sayang
Mau mudik tak punya lagi uang
Akibat corona telah mengekang
Pada rindu yang meradang
Walau jarak amat panjang
Yang ada...
Hanya sedih mengambang
Harapan rindu yang ku sayang
Kini telah hilang

Kering
Sepasang tanah tandus menyapa
Pada hati yang gersang
Kering menyiksa
Hangatnya butiran-butiran debu
Mesti kita siram
Basahi ladang yang putus asa
Agar saling menyapa
Agar saling berucap
Pada percik air kesegaran

Ya atau tidak
Tidak untuk apa-apa
Aku hanya kering
Yang selalu bersimbah
Pada tanah kehidupan

Diam
Mencari apa
Yang ada di mana hanya diam terasa
Tak berarti
Memaknai kebimbangan yang tenggelam
Di antara dua pilihan
Diam apa tidak
Lebih baik kau diam
Akan menjadi solusi
Hanyalah meditasi

Keringat Duka
Perahu nelayan terbakar
Di lautan keringat-keringat kami
Hidup dan siksa sudah miliknya
Bukan milik siapa-siapa
Nafas dihadapanmu tak bersuara
Sejuta kutuk tertancap di dada terbuka
Andai aku berada di sampingmu
Ku kabarkan keringat dukamu
Pada alam raya
Kini hanya rindu meratapi luka
Pada hati yang tiada

LihatTutupKomentar