Daya Beli Warga Pasongsongan Melemah

Suasana pasar tradisional Desa Pasongsongan. Rabu (20/5/2020)

Opini: Yant Kaiy
Status Indonesia masih belum aman dari ancaman virus corona. Momok Covid-19 memporak-porandakan sendi kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan diliburkan, PHK terjadi di berbagai lini perusahaan, agenda bisnis dengan rekanan kerja dibatalkan, pergerakan dan perpindahan orang dibatasi, sentra perekonomian sebagai tiang penopang kebutuhan hidup sehari-hari menjadi lemah.

Imbas dari semua itu, masyarakat di semua level begitu terpukul akibat virus laknat ini. Orang-orang menjadi resah, khawatir, dan sebagian ketakutan. Takut terpapar Covid-19 dan takut akan masa pasca Covid-19. Mereka tidak punya gambaran apa-apa tentang perekonomian yang menjanjikan kesejahteraannya. Semua tampak buram.

Dalam taraf wajar mereka berpikir skeptis lantaran situasi dan kondisi yang masih belum menentu. Tercapainya harapan hidup makmur adalah impian banyak orang. Maka ketika bugdet sudah habis, orang akan berusaha untuk mendapatkannya. Tapi saat sumber dana yang bisa memberikan harapan tidak ada, mafhum kalau asa mereka cukup buruk.

Daya Beli Melemah
Mayoritas mata pencaharian warga Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep adalah nelayan. Sedangkan dari sektor pertanian daerah ini hanya penghasil jagung dan itu tidak seberapa karena lahan berbatu.

Menurut pantauan penulis, di Pelabuhan Pasongsongan aktivitas nelayan begitu menurun. Alasannya karena harga ikan luar biasa murah. Andai saja pengiriman ikan ke beberapa perusahaan di Pulau Jawa tidak ditutup, tentu para nelayan banyak yang melaut.

Di bulan penuh maghfirah tahun ini, suasana pasar tradisional di Desa Pasongsongan tidak mengalami perubahan sama sekali. Tetap ramai walau main aksi borong konsumen sudah tidak ada. Tidak seperti tahun kemarin. Ini akibat dari daya beli mereka menurun.

Namun masyarakat tetap antusias menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini. Di tengah ekonomi sulit, masyarakat dalam berbelanja tetap irit.[]


Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
LihatTutupKomentar