Virus Corona Membikin Orang Merana
| Get Google |
Opini: Yant Kaiy
Kekhawatiran atau lebih tepatnya ketakutan akan virus corona
(Covid-19) di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Sumenep memang
sangat luar biasa dampaknya. Masyarakat ada yang secara sukarela bersama-sama
dengan kelompoknya melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan
masing-masing.
Kepedulian ini tak lepas dari anjuran dan himbauan
pemerintah pusat sampai tingkat daerah. Ditambah lagi dengan gencarnya
pemberitaan di televisi tentang korban akibat Covid-19, baik sudah terjangkit
atau yang telah meninggal dunia. Data-data itu
karena di-update setiap hari oleh Achmad Yurianto, juru bicara
pemerintah untuk penanganan virus corona.
Masyarakat di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
memang belum ada yang terjangkit Covid-19 sampai saat ini, Jum’at (3/4/2020).
Walau demikian, masyarakat akar rumput tetap siaga. Salah satunya mereka
mengurangi aktivitas/ bekerja di luar rumah. Kesadaran ini mendapat apresiasi
mendalam dari beberapa kalangan.
Memang ada sebagian kelompok masyarakat yang kadang ”bandel”,
tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Mereka itu lantaran didesak oleh
urusan perut. Tapi mereka bukan tidak sadar bahwa ancaman virus corona
senantiasa mengintainya. Hal ini umumnya terjadi di kalangan pelosok desa.
Karena mereka kalau tidak bekerja hari ini besok mau makan apa.
Sebagian besar masyarakat senantiasa terus berharap agar
wabah Covid-19 cepat berlalu. Mereka tak ingin merana terlalu lama. Apalagi
sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Tapi ada sebagian besar kaum alim ulama mengisyaratkan,
hikmah di balik pandemi ini. Bahwa pada bulan puasa, umat muslim bisa lebih
khusyuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Yakinlah bahwa Allah Maha
Penolong.
Get limadetik.com
