Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak
| Get Google |
Pengharapan
Semakin engkau ke dalam
Arungi samudera qalbu
Semakin terasa adanya Tuhan
Menarilah...
Engkau dengan ombak ketakutan
Menangislah...
Engkau dengan debur pengharapan
Kedok Penguasa
Dihamparan sajadah suci
Bermuara lumuran darah
Darah...!
Yang telah mengkristal energi nafsu
Dalam tubuhnya
Wajah aslimu tak mampu lagi
Kau sembunyikan racun
Ternyata engkau adalah iblis
Berjubah malaikat
Curang...!
Penista...!
Penjilat, Bersarung dusta
Kemenanganmu
Hanya pelabuhan syahwat kuasamu
Untuk siapa
Untuk apa
Engkau bertahan dengan wajah
Yang sudah terbongkar
Berlayar
Pada Dzikir
Bila kau paham
Inilah kalam
Yang menorehkan ayat alifMu
Dalam diam!
Tegak!
Yang mengalir dikedua mata
Kuarungi hijaiyah
Di kehidupan dunia
Tanganku bergetar memahat rasa
Pada harakat demi harakat berbunyi, kun
Kutuliskan rindu yang kian syahdu
Pada kalimat dzikir
Yang berlayar pada takdir nasibku
Syukur...
Ikhlas...
Adalah kapal besarku
Tauhid adalah nahkodaku
Sampai kebahagiaan menjumpaiku
