Puisi: Akhmad Jasimul Ahyak
| Get Google |
Diam
Pada kata
Haruskah kurawat diam
Pada alam kebisuan
Untuk tetap hidup di kesunyian
Di mana hiruk pikuk di jalanan
Tak mampu membuat mataku terpejam
Walau para dendang penghianat
merusak gendang telinga kesadaran
Terkesima
mimpi
Saat merah
Bangga dengan keberaniannya
Saat putih
Bangga dirinya suci
Pada bumi di bawah matahari
Hingga pemimpi mabuk didekap sunyi
Terkesima mimpi warna-warni
Terperdaya oleh citra yang tak abadi
Kelak mereka akan terasa
Muak...!
Muntah...!
Hingga bubur
Tak bisa lagi menjadi nasi
Sehelai
Usia
Setangkai helai senja
Terselip doa
Yang selalu kulangitkan bersama purna
Untuk siapa...
Kepada siapa...
Perihal siapa...
Biarlah
Sang Maha cinta tunjukkan jalan
Disetiap helai usia
Karena asa yang terkulai dari perwujudan doa
Bersama bahagia
Amin adalah yang tak lagi rahasia
