Pilkada Sumenep 2020 Vs Covid-19
| Get Google |
Opini: Yant Kaiy
Perhatian masyarakat akan Pilkada Sumenep 2020 memang tidak
begitu menonjol, terkalahkan oleh merebaknya pandemi virus corona. Sementara poster-poster
kandidat yang akan maju kekompetisi perebutan tahta orang nomer satu di Kota
Keris Sumenep bertebaran di mana-mana.
Tentu poster-poster itu dilengkapi dengan slogan menarik,
kata-kata manis menyejukkan kalbu, memberikan harapan baru bila dirinya
terpilih Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Itu sudah tidak asing lagi.
Lagu lama, begitu netizen memberikan komentarnya.
Propaganda mereka harus semenarik mungkin dan meyakinkan
para pemilih agar kepincut. Bagaimana mungkin para pemilih yakin kalau
tiba-tiba mereka maju tanpa ada program terbaik yang diusungnya.
Akan tetapi fokus perhatian masyarakat Sumenep masih
bergeming. Para warga masih bersikap kurang perhatian terhadap Pilkada ini. Animo
masyarakat tergerus Covid-19. Konsentrasi para warga terpecah, mengikuti update
virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok lewat berbagai
media massa terpercaya.
Sebab semua usaha memperkenalkan diri dengan program
terbaiknya sangatlah penting. Selain dengan memasang poster di tempat strategis
dan pinggir jalan raya, daya gedor via sosial media juga punya kesan
tersendiri. Interaksi antara mereka dengan para pemilih dengan meng-upload
gambar dan merespons komentar bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para
pemilih. Paling tidak menarik perhatian mereka.
Semua warga masyarakat kabupaten paling timur Pulau Madura
memang berharap banyak agar virus corona segera berlalu. Lebih-lebih mereka
yang akan maju ke pertarungan politik pada Rabu, 23 September 2020 nanti.[]
Get limadetik.com
