Menanti Kemarau
| Get Google |
Pentigraf: Yant Kaiy
Tergambar jelas di pelupuk matanya, saat Tonah mulai
pertamakali jatuh cinta. Indah dan mengesankan. Walau peristiwa itu sudah lebih
tujuh belas tahun berlalu. Tapi wanginya menentramkan batinnya. Kadang Tonah tersenyum
sendiri bila mengenangnya.
Waktu itu sedang kemarau di pesisir pantai berpasir putih.
Tonah dan Debur menikmati masa berpacaran. Ketika ombak cukup besar datang,
mereka terseret tidak sampai ketengah. Mereka basah kuyup. Mereka pulang dalam
keadaan berbasah-basah. Tonah sangat malu pada kedua orang tuanya.
Walau kini dirinya sudah punya pendamping hidup lain, tapi
kenangan itu sulit terlupakan begitu saja.
Pasongsongan, 9/4/2020
