Harga Diri
| Get Google |
Pentigraf: Yant Kaiy
Kemiskinan Tonah tak membuat dirinya hanyut pada irama
kesedihan. Senantiasa ia tegar menatap hari esok. Bukankah manusia lahir ke
alam dunia tak membawa apa-apa. Begitu pula ketika akan dimasukkan ke liang
lahat. Harta bukan tujuan utama baginya. Akhirat segala-galanya. Sebab miskin
belum tentu menderita, yang kaya belum tentu mulia.
Suaminya sebagai kuli bangunan rumah yang tidak setiap hari
bekerja. Apalagi kalau musim penghujan, hampir jarang ada orang yang mengajaknya
bekerja. Namun Tonah menerima kenyataan itu dengan hati tenang.
Ia tak pernah tergiur akan gemerlap dunia. Ia selalu
bersyukur, mengimla perilaku dirinya saban hari.
Pasongsongan, 6 April 2020
