Puisi: Yant Kaiy (12)
![]() |
| Vignet: Yant Kaiy |
Jati Diri
dengus lelaki tua
tatkala beban di punggungnya
kian melelahkan
dahi yang dulu terukir
nama indah
kini kenyataan telah bicara
hidup bukan sekadar senang
tapi pengorbanan
ikhlas… ikhtiar…
mesti terpatri di dada
lelaki rapuh, ringkih
sketsa masa depanku
terbentang samudera asa
menjulang impian
setinggi gunung
kalau sekadar kemenangan
dalam hidup banyak kutemukan
tapi kemarau sabar
menumbuhkan rumput kebencian
memupuk iri
sulit dikendali
dewasalah pikirmu
juga otakmu
berharap bahagia
namun menuai nestapa
kenyataan yakni sekeping kisah
kecewa itu pasti
berhentilah sejenak
renungkan perjalanan kemarin
banyak keping hikmah
terselip pada lupa
mencari diantara tumpukan lelah
ketika lelaki tua melingkar
menghayati nasib
bahwa hidup hanya sebentar
diantara ribuah dongeng usang
hanya doa di dada
selamat di akhir catatan.
Pasongsongan, 1990

