Tangis Bocah

 


Tangis Bocah

Puisi: Yant Kaiy


segala duka menerpa sepak terjangnya

kemana kaki melangkah

kemelaratan berlanjut menyetubuhi

sudut-sudut kehidupannya

 

 

bocah-bocah berdiri kaku

di persimpangan menawarkan jasa

barangkali ada secuil rejeki jatuh ke tangannya

seperti panas matahari menelanjangi

permukaan tubuhnya nan kurus kering

saban hari

tak pernah mulut mungil itu melontarkan

keluh-kesahnya.

 

Pasongsongan, 1992

 

 

Publish: Koran Berita Yudha (27/9/1992)

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan PPPK Paruh Waktu Sumenep ke DPR RI, Siap-Siap Jadi Penuh Waktu?

Duh, "Niserra" Guru PPPK PW: Sekolah Sepi Murid, Tunjangan Terancam Hangus?