Hijau Alamku II
Hijau Alamku II
Puisi: Yant Kaiy
sungai Pasongsongan mengalirkan
ketentraman hidup kami
lupakan kegersangan yang hampir setiap detik
mengancam jiwa kami
bukankah persahabatan karib
akan punah suatu ketika
semua orang tak menghendaki itu terjadi
teralami semua manusia
karena kita semenjak lahir tak pernah
berkhayal hidup menderita
adalah aku yang menembus pagi
malam berhawa dingin menusuk tulang
tak kupedulikan burung-burung
menyambut pagi seiring kicaunya
aku terpaku mendengar sapanya
merdu memikat hati
menyongsong perjuangan akan hari depan
perjalanan hidup searah riak sungai Pasongsongan
membawaku, terlempar hingga ke laut
meraih tanpa henti harapan demi impian.
Madura, 2/12/92

