Malu
| Get Google |
Pentigraf: Yant Kaiy
Tonah datang ke kantor Debur. Kantor berlantai dua itu
terlihat megah. Ketika ia tiba, ternyata orang-orang sudah antri. Ia jadi bimbang
ketika dirinya masuk ke daftar antrian. Ada getar malu ternatal dalam hatinya.
Malu karena ikut melacurkan diri hanya demi uang belanja. Bantuan itu mungkin
takkan cukup kalau dimakan satu minggu.
Tapi terpaksa ia lakukan karena suami dan anaknya tahu kalau
ia akan menerima bantuan. Jika ia pulang, tentu mereka akan bertanya, kemana
bantuannya.
Ketika Tonah ada di hadapan Debur. “Mohon doanya dan
dukungannya! Semoga saya menang dalam pemilihan ini!” ujarnya datar.[]
Pasongsongan, 7/4/2020
