Hasrat Terbelenggu
| Get Google |
Pentigraf: Yant Kaiy
Ketika rejeki Tonah berada dalam titik terendah, ia seperti
orang sakit. Dari raut wajahnya ada binar-binar derita. Namun di batinnya masih
tersisa harapan, bahwa esok akan lebih baik dari hari ini.
Tonah baru menyadari bahwa campur tangan Tuhan itu ada dalam
diri manusia. Kehidupan manusia berada dalam genggamannya. Manusia berencana,
Tuhan menentukan segala rencana itu. Manusia tak punya kuasa.
Sebelumnya Tonah tidak pernah mengaji akan siapa dirinya,
rejekinya, dan jodohnya. Bahwa dengan bekerja akan menjadikan hidupnya bahagia.
Makmur. Bukankah banyak orang bekerja setiap hari membanting tulang, tapi apa
yang jadi impiannya justru terbalik. Bukan sejatera, melainkan bermandi derita
berkepanjangan.
Pasongsongan, 11/4/2020
