Ironi SDN di Sumenep: Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Pernahkah Anda membayangkan sebuah sekolah dasar yang saat upacara bendera, barisannya tidak lebih panjang dari antrean di gerai bakso? Fenomena ini bukan isapan jempol belaka. Ini nyata dan sedang terjadi. Di Sumenep, ada sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) kini berada dalam kondisi kritis; jumlah muridnya bisa dihitung dengan jari tangan. Melihat ruang kelas yang lebih banyak berisi bangku kosong daripada canda tawa siswa tentu memicu sebuah pertanyaan besar: Kemana perginya anak-anak kita? Magnet Sekolah "Tetangga" Jika kita telusuri, faktor utamanya bukan karena angka kelahiran di Sumenep menurun drastis. Masalahnya justru ada pada kompetisi di "halaman rumah" sendiri. Di banyak desa, SDN berdiri berdampingan dengan lembaga pendidikan swasta di bawah naungan Kemenag—seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menariknya, sekolah swasta ini dikelola langsung oleh masyarakat sekitar. Disinilah letak titik baliknya. Ada ikatan emosional dan kultural yang kuat antara...