Postingan

Di SDN Padangdangan 1 Digelar Isco Pediyah, Ajang Asah Kecerdasan dan Spiritual Siswa

Gambar
Abu Supyan (kanan). [sh] SUMENEP — Bertempat di SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan kegiatan Isco Pediyah (Intelligent Student Competition Pendidikan Diniyah) digelar sebagai ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat sekolah dasar. Selasa (14/10/2025).  Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Sufyan, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Isco Pediyah merupakan kompetisi yang berfokus pada pengembangan aspek keagamaan bagi para murid SD. “Kompetisi ini bertujuan untuk mengukur kecerdasan, keterampilan emosional, dan spiritual siswa di samping kemampuan akademis mereka,” ujar Abu Sufyan. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peserta terbaik dari kegiatan ini akan diikutsertakan pada Isco Pediyah tingkat kabupaten sebagai perwakilan Kecamatan Pasongsongan. Lewat Isco Pediyah ini, diharapkan siswa bisa tumbuh jadi generasi cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. [sh]

Isco Pediyah Kecamatan Pasongsongan di Gelar di SDN Padangdangan 1, Ajang Asah Kecerdasan Diniyah Siswa SD

Gambar
Agus Sugianto (berdiri). [sh] SUMENEP — SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan ditempati kegiatan Isco Pediyah (Intelligent Student Competition Pendidikan Diniyah).  Isco Pediyah merupakan ajang kompetisi bagi siswa-siswi sekolah dasar yang berfokus pada penguatan pendidikan keagamaan. Selasa (14/10/2025).  Koordinator Akademik Isco Pediyah, Agus Sugianto, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan mereka, tidak hanya dari sisi akademik, tapi juga aspek emosional dan spiritual. “Kompetisi ini bertujuan untuk mengukur kecerdasan, keterampilan emosional, dan spiritual siswa di samping kemampuan akademis mereka,” ujar Agus Sugianto. Melalui Isco Pediyah, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh jadi generasi cerdas yang berakhlak mulia serta memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. [sh]

Jejak Kenangan dan Sebuah Surat Keterangan dari Almamater

Gambar
Senin, 14 Oktober 2025, jadi hari yang tak biasa bagi saya. Pagi itu, pukul 07.40 WIB, saya melangkahkan kaki ke kantor Tata Usaha (TU) SMA Negeri 1 Ambunten, Kabupaten Sumenep.  Tujuan saya sederhana: meminta Surat Keterangan Tanggal Lahir. Hal ini diperlukan karena di ijazah lama saya, yang terbit lebih dari tiga dekade silam, tidak tercantum tanggal lahir.  Sementara itu seluruh dokumen resmi saya seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, hingga SIM mencantumkan tanggal lahir yang sama.  Celah kecil ini bisa berujung besar: tanpa surat keterangan resmi dari sekolah, status saya sebagai tenaga PPPK Paruh Waktu Kabupaten Sumenep bisa terancam. Tapi yang menarik dari perjalanan kecil itu bukan semata urusan administratif.  Nostalgia Saat melangkah masuk ke halaman sekolah, nuansa nostalgia menyergap begitu kuat di alam pikiran. Seolah waktu mundur tiga puluh empat tahun ke belakang, saat saya masih berseragam putih abu-abu dan penuh cita-cita muda.  Angin yang berembus d...

SDN Padangdangan 2 Rutin Gelar Program Bersase Tiap Sabtu

Gambar
SUMENEP - SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, rutin melaksanakan program Bersih Sampah Sekolah (Bersase) setiap hari Sabtu.  Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dan guru sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini. Sabtu (11/10/2025).  Sundari, S.Pd, guru kelas 2 di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan Bersase bukan sekadar membersihkan lingkungan sekolah, tapi juga bagian dari pembentukan karakter peserta didik. “Tujuan Bersase menciptakan lingkungan bersih, nyaman, sehat, dan aman untuk belajar, serta menanamkan karakter peduli lingkungan, kedisiplinan, dan kebersamaan di kalangan peserta didik,” terang Sundari. Melalui program rutin ini, SDN Padangdangan 2 berharap budaya menjaga kebersihan dan gotong royong bisa terus tumbuh di kalangan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. [sh]

SDN Padangdangan 2 Gelar Kegiatan Shoyama, Tanamkan Cinta Rasul dan Tolak Bullying

Gambar
Siswa SDN Padangdangan 2 gelar baca sholawat dan Yasin bersama. [Foto: sh] SUMENEP — SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, rutin menggelar kegiatan keagamaan setiap Jumat pagi bertajuk Shoyama (Sholawat dan Yasin Bersama).  Kegiatan ini memadukan dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an sebagai sarana memperkuat keimanan serta menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di kalangan siswa. Jumat (10/10/2025).  Dalam kegiatan Shoyama kali ini, salah seorang guru, Suriyanto, menyampaikan pesan moral kepada seluruh peserta agar saling menghormati dan tidak melakukan tindakan perundungan di sekolah. “Siapapun yang di-bullying, kalian harus melapor kepada guru kelasnya,” tegas Suriyanto di hadapan siswa. Kegiatan Shoyama diharapkan jadi wadah pembinaan karakter dan spiritual bagi siswa SDN Padangdangan 2, sehingga selain cerdas secara akademik, mereka juga tumbuh dengan akhlak yang baik dan kepedulian terhadap sesama. [sh]

Membaca Ulang Sejarah Penyebaran Islam di Nusantara: Suara Jernih Kiai Said Aqil Siradj

Gambar
Dalam salah satu perbincangan menarik di kanal YouTube Mahfud MD Official, Kiai Said Aqil Siradj—ulama besar Nahdlatul Ulama yang dikenal dengan keluasan ilmunya dan ketenangan sikapnya—kembali menyentil kesadaran sejarah umat Islam Indonesia.  Dalam dialog tersebut, Kiai Said menegaskan bahwa Islam di bumi Nusantara tidak dibawa oleh orang-orang Yaman sebagaimana sering diklaim oleh sebagian kelompok yang mengaku sebagai “habib”. Pernyataan tegas tersebut bukan dimaksudkan untuk menyerang siapa pun, tapi lebih kepada meluruskan fakta sejarah agar umat Islam memahami asal-usul penyebaran Islam di Nusantara secara objektif.  Penyebar Islam Nusantara Menurut Kiai Said, para tokoh penyebar Islam di awal masa datangnya agama ini ke wilayah kepulauan Nusantara justru bukan berasal dari Hadramaut (Yaman), melainkan dari berbagai wilayah dunia Islam yang lebih luas—termasuk dari Mesir, Persia, dan bahkan Tiongkok. Nama-nama seperti Fatimah binti Maimun di Gresik, yang dikenal sebagai...

Rokat Pandhaba: Tradisi Spiritual dan Pembelajaran Moral dalam Pagelaran Macopat Madura

Gambar
Tradisi di Madura memiliki akar budaya yang sangat kuat, salah satunya adalah Rokat Pandhaba—sebuah ritual yang memadukan unsur spiritual, seni, dan moralitas masyarakat.  Tradisi ini masih lestari di berbagai wilayah seperti di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Hal ini jadi bagian penting dari identitas kultural masyarakat Madura.  Melalui Rokat Pandhaba, masyarakat tidak hanya menjalankan ritual adat, tapi juga meneguhkan hubungan spiritual mereka dengan Tuhan dan sesama. Nilai Spiritual Dalam pelaksanaannya, Rokat Pandhaba diiringi dengan pagelaran macopat, sebuah bentuk kesenian tradisional berupa tembang atau syair berbahasa Madura klasik.  Disinilah elemen spiritual dan kultural berpadu dengan indah. Masyarakat meyakini bahwa melalui ritual ini, mereka bisa memohon keselamatan, kesejahteraan, serta perlindungan dari Tuhan.  Doa-doa yang diucapkan dalam Rokat Pandhaba menyimbolkan pengharapan akan kehidupan yang tenteram dan dijauhkan dari mara bahaya, ...