Postingan

Toko Modern Tumbuh Subur di Pasongsongan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Desa Pasongsongan adalah salah sebuah desa yang jumlah penduduknya terbesar ketimbang sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mata pencaharian utama masyakatnya sebagai nelayan. Sebelah barat desa ini berbatasan langsung dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Warga yang mendiami Desa Pasongsongan terdiri dari penduduk pribumi, Cina dan Arab. Mereka melebur dalam peradaban sosial budaya Islami. Sedangkan pertumbuhan perekonomian di desa ini cukup baik. Karena Desa Pasongsongan merupakan penghasil tangkap ikan terbesar di wilayah Madura. Menelisik kebiasaan belanja orang-orang disitu yang cukup tinggi, rupanya menyita perhatian para pengusaha ritel dari luar daerah. Tak ayal, dalam lima tahun terakhir di Desa Pasongsongan sudah berdiri 6 toko modern. Dari keenam toko modern itu, hanya satu toko yang pemiliknya warga desa setempat. Memang tidak ada aturan mengikat bagi siapa saja yang mau menja...

Forum Silaturahmi Komite Sekolah Pasongsongan

Gambar
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] SUMENEP – Perhatian serius Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep terhadap keberadaan Komite Sekolah mulai mengemuka. Seiring ada beberapa Komite Sekolah kurang punya atensi terhadap lembaga pendidikan yang menaunginya. Kamis (30/3/2023). “Ada beraneka alasan para Komite Sekolah tersebut tidak maksimal melaksanakan tugas dan fungsinya. Kita tidak bisa menyalahkannya. Mereka memiliki kesibukan. Salah satunya, mereka harus menafkahi keluarga. Saran saya, harus ada langkah solutif, yakni membangun sebuah forum. Sehingga mereka punya pijakan jelas sebagai Komite Sekolah,” saran Agus Sugianto. Komite Sekolah merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. Keberadaannya tak bisa dipisahkan bagi tumbuh-kembangnya sekolah bersangkutan. “Dewan Pendidikan Sumenep tahun kemarin telah memberi sinyal untuk membangun komunitas bagi Komit...

Dinamika Peta Politik Sumenep 2023

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Bagi-bagi sembako dan angpao tidak lagi jadi amunisi dahsyat dalam mencuri perhatian calon pemilih. Peta politik di ujung timur Pulau Garam Madura saat ini mulai berubah. Terbukti, pekan pertama Ramadhan 2023 kemarin, niat tulus Said Abdullah membagi-bagikan angpao terhadap warga Sumenep menuai cibiran dari beberapa kalangan. Padahal tidak sedikit uang yang dikeluarkan Said Abdullah. Kita tahu, aksi ikhlas Said Abdullah bukanlah kali pertama. Tiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia selalu berbagi zakat mal terhadap warga masyarakat di tanah kelahirannya. Dari peristiwa ini bisa ditelaah, kalau finansial bukanlah power vital bagi seseorang yang bakal maju di sirkuit Pemilu. Bisa jadi pemilih akan mengambil duitnya saja, tapi ogah memilih dirinya di bilik suara. Dulu masyarakat pemilih bisa dibom pakai duit. Sehingga kiblat pilihannya berubah. Diiming-iming kesejahteraan hidup lebih baik. Ia bakal ada di garis depan membela kepentingan rakyat. Sega...

Zakat Mal Said Abdullah untuk Sumenep

  Catatan: Yant Kaiy Status Said Abdullah saat sekarang menduduki Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI. Politisi senior dari fraksi PDI Perjuangan ini berasal dari Kota Keris Sumenep. Ramadhan pekan pertama, Said Abdullah membagi-bagikan zakat mal kepada masyarakat dibeberapa lokasi di Sumenep. Angpao itu disalurkan selesai shalat tarawih di masjid dan musholla. Niat tulus Said Abdullah bukan kali pertama. Setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia tidak absen melakukan hal yang sama. Bahkan diluar Ramadhan ia acapkali memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun ada saja orang yang ‘usil’ menyebut perbuatan baiknya sebagai gerakan politik. Semestinya mereka tidak menyudutkan Said Abdullah terlampau dalam. Perilaku berbagi Said Abdullah terhadap masyarakat di Madura sudah sangat dirasakan cukup membantu perekonomian mereka. Masyarakat bergembira ria. Kalaupun pemberian zakat mal itu terselip niat pamrih, itu urusan Said Abdullah dengan Sang Khalik....

SD Panaongan 3 Butuh Sarana Transportasi

Gambar
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]   SUMENEP – Beberapa pekan lalu, saat Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 memberikan santunan sepatu dan tas sekolah kepada para murid yatim dan dhuafa di lingkungannya, ternyata diketahui banyak diantara muridnya berjalan kaki lebih dari 2 kilometer. Ini mengundang keprihatinan tersendiri baginya. Senin (27/3/2023). Penyerahan bantuan itu diterima langsung oleh wali murid bersangkutan. Kepedulian ini bertujuan agar sekolah yang berada di pelosok ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan lingkungan sekitarnya. “Sekolah kami saat ini butuh sarana transportasi antar-jemput. Minimal kendaraan roda tiga. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya mereka pulang-pergi sekolah dengan jalan kaki,” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3. Dalam waktu dekat dirinya akan melayangkan proposal kepada para pengusaha asli Pasongsongan. Syukur nanti ada dermawan yang ikhlas membantu. “Pint...

Paguyuban Guru Bahasa Madura Pasongsongan

Gambar
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] SUMENEP – Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto,S.Pd memandang perlu dibentuknya sebuah paguyuban (komunitas) guru Bahasa Madura di Pasongsongan. Pernyataan itu dilontarkan Agus Sugianto karena ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengaplikasikan tangga Bahasa Madura ( ondhaggha bhasa ) dalam berkomunikasi. Senin (27/3/2023). “Dengan adanya paguyuban guru Bahasa Madura ini, kita bisa menyatukan visi dan misi dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sesama guru nantinya bisa saling belajar di komunitas tersebut,” ucap guru penggerak SD satu-satunya di Pasongsongan ini serius. Maklum, saat ini para guru khusus Bahasa Madura jenjang pendidikan SD agak kurang. Umumnya guru yang   mengajar memegang banyak bidang studi. Tidak spesifik. “Bisa dipastikan, hadirnya paguyuban guru Bahasa Madura akan memberikan ruang penyempurnaan tata bahasa daerah yang benar...

Pondok Ramadhan di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Gambar
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] SUMENEP – Program Pondok Ramadhan merupakan salah satu kegiatan keagamaan sangat dianjurkan pada masing-masing sekolah. Walau sifatnya bukan wajib, tapi tidak ada salahnya sekolah melaksanakannya. Ahad (26/2023). “Pada kalender pendidikan jenjang Sekolah Dasar, ada waktu tiga hari tersedia sebelum masa libur sekolah. Biasanya nanti akan ada surat edaran dari Dinas Pendidikan. SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan telah merancang program Pondok Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 ketika dijumpai di kediamannya, Dusun Benteng Desa Panaongan. Pelaksanaan Pondok Ramadhan akan diisi kegiatan tadarus, bengkel sholat, siraman rohani oleh guru mapel PAI dan berbuka puasa. Agus Sugianto menambahkan, bahwa dirinya juga akan mengambil kebijakan menggandeng pengusaha lokal untuk ala kadarnya memberikan santunan kepada para peserta didik. ...