Postingan

Pengobatan Gratis Bersama Komunitas Therapy Banyu Urip

Gambar
MS Arifin membagikan Ramuan Banyu Urip kepada masyarakat luas. (Foto: Yant Kaiy) Yogyakarta – Dari jaman dahulu hingga sekarang, ramuan dari bumi nusantara sudah terkenal kehebatannya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah Ramuan Banyu Urip hasil racikan MS Arifin. Keampuhan Ramuan Banyu Urip sudah mendunia dan tidak diragukan lagi dalam hal menyembuhkan penyakit berat sekali pun. Terbukti banyak warga masyarakat dari belahan dunia yang merasakan kesembuhan. “Ramuan Banyu Urip sudah teruji oleh waktu. Para terapis dunia merekomendasikan penderita penyakit berat untuk mencoba Ramuan Banyu Urip. Banyak diantara mereka berhasil sembuh. Tak berlebihan kalau akhirnya cabang terapi kami di luar negeri bermunculan,” tandas MS Arifin di tempat prakteknya, Pusat Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta. Sabtu (13/11/2021) Sukses Ramuan Banyu Urip mengantarkan MS Arifin untuk selalu berbagi terhadap sesama. Banyak warga masyarakat yang mengajukan permintaa...

Terbakar Emosi

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Tiba-tiba darahku menggelegak demi kalimat kurang bijak darinya terlontar. Aku tak sanggup menyembunyikan muntahan amarah di dada. Jantungku berdetak kencang, menyapu bersih kesabaran di hati. Suaraku mulai bernada tinggi. Sontak dia tercengang seperti yang lain. Tidak ada sepotong senyum mengiringi baris kata. Segera aku menyibukkan diri. Masih banyak tugas belum selesai. Tak ada waktu lagi mengontrol apa yang sudah kusikapkan. Dalam hening malam aku menyesal. Tapi sudah terlanjur. Barangkali suasananya sudah tepat. Karena tidak hanya sekali mereka meremehkan apa yang aku kerjakan. Padahal aku tak pernah mau tahu urusan orang lain.[] Pasongsongan, 12/11/2021

Tuhan tidak Adil

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Aku pernah berpikir kalau Tuhan tidak adil atas derita yang silih berganti membombardir kehidupanku. Ayahku meninggal ketika aku masih dalam kandungan. Ibu pergi selamanya tatkala aku dilahirkan ke dunia. Aku disusui oleh saudara Ibu yang miskin. Kemudian ia dan suaminya meningal karena kecelakaan. Lalu aku diambil anak oleh saudara Ayah yang rumah tangganya berantakan. Ketika aku di bangku SMA aku diperkosa oleh kakak sepupu hingga hamil. Janinku digugurkan. Hidupku tidak punya tujuan lagi. Mencoba mengakhiri hidup menenggak cairan pembersih lantai. Tapi jiwaku sempat tertolong pihak rumah sakit. Pikiranku buntu, tak punya impian lagi. Semua orang pasti akan menyalahkan tindakan konyolku. Aku berada di lingkaran gelap-gulita. Entah sampai kapan aku bisa tidak menyalahkan Tuhan? Entah…[] Pasongsongan, 11/11/2021

Guru Honorer

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Tonah dan suaminya menjadi guru honorer disalah satu SD Negeri di pelosok desa kelahirannya. Jalan rusak dan berlumpur bila musim hujan terus mereka lalui dengan perasaan ikhlas menuju ke sekolah. Gaji keduanya hanya cukup beli bahan bakar kendaraan roda dua, sabun mandi, shampo, odol dan deterjen bubuk. Selebihnya buat uang jajan kedua anaknya. Kisah sedih ini luput dari perhatian pihak berwenang. Pemangku kebijakan publik seolah tutup mata dan telinga. Mereka seolah sibuk dengan sikap memperkaya diri sendiri. Biarlah mereka buntung asalkan dirinya untung. Ketika ada rekrutmen aparatur sipil negara lewat tes, keduanya ikut berkompetisi. Tapi apa lacur, impiannya untuk menjadi pegawai negeri kandas di tengah jalan. Mereka tidak lolos uji kompetensi.[] Pasongsongan, 11/11/2021

Cemas

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Dalam jiwa manusia normal, perasaan cemas selalu ada. Tinggal bagaimana individu itu sendiri mengendalikannya. Begitu kira-kira orang bijak berpetuah. Dulu aku bagai burung malam terbang merdeka. Membunuh cemas lewat berpetualang kemana kusuka. Tak ada rancangan masa depan pasti. Kuikuti kata hati. Menyulam ilham jadi baris puisi. Membongkar kosakata jadi prosa. Tidak mengenal hari. Yang ada raihan jati diri atas segala peristiwa dari Sang Kuasa. Terus saja cemas bertahta seiring inspirasi mengalir lewat kata-kata.  Entah sampai kapan ketenangan menyapu bersih jiwa berkarat ini? Aku tak sanggup meraba luka. Biarlah sembuh oleh kemarau dan hujan.[] Pasongsongan, 9/11/2021

Migrasi Asmara

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Sebagai wanita aku tak mau diduakan. Aku sudah menyerahkan semua cinta, kesetiaan dan baktiku padanya. Perjuanganku mempertahankan kesucian diri dari zina dan maksiat tidak main-main. Aku menjunjung norma agama demi akhirat, bukan hanya dunia. Kurawat tubuhku untuk suamiku agar tidak pindah kelain hati: Berolahraga pagi di halaman rumah, minum jamu pada malam hari, merangsang suami lebih dulu di ranjang, berkata-kata lembut dengan senyum merekah, meletakkan wewangian di sudut kamar, mengenakan baju tipis, bermake up secantik mungkin, seminggu sekali merubah suasana ruang tidur agar tidak monoton. Berbagai cara aku lakukan supaya suami tidak melirik wanita lain. Aku tak mau seperti tetangga sebelah rumah, istrinya dicampakkan setelah suaminya sukses berbisnis.[] Pasongsongan, 9/11/2021

Kesaksian: Therapy Banyu Urip Berbagi

Gambar
MS Arifin dan ramuan hasil racikannya. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy MS Arifin (CEO Therapy Banyu Urip) pengusaha sukses dibidang pengobatan alternatif. Ia dilahirkan di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Masa kecilnya dilewati di tanah kelahirannya hingga SMA. Lalu menjadi seorang tentara dan menetap di Yogyakarta. Proses sukses MS Arifin lewat Ramuan Banyu Urip tidak instan. Di saat-saat sulit, ia membagi tugas bersama istrinya. Ia memanfaatkan waktu senggang meracik ramuan tradisional dan memperkenalkan kepada masyarakat luas. Akhirnya Ramuan Banyu Urip go international saat ini. Ramuannya diakui dunia. Sudah banyak cabangnya berdiri di luar negeri. Keberhasilan ini tak membuat MS Arifin pongah atau lupa diri. Sisi sosial di jiwanya selalu di depan. Terbukti setiap hari ia acapkali berbagi Ramuan Banyu Urip bagi mereka yang membutuhkan. Baik lewat Baksos (Bakti Sosial) atau pengiriman ramuan ke seluruh pelosok nusantara.[]