Postingan

Burung Malam

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Suara burung malam menjadi sebuah isyarat adanya musibah. Aku takut hal itu menjadi kenyataan. Aku sadar, kalau yang ada di dunia tidak mutlak. Bisa saja terjadi atau tidak. Namun kesadaran itu lebur seiring ketakutan membuncah. Jantung berdegub kencang. Trauma itu terus menghantui ketika ada suara-suara burung malam terdengar. Teringat kematian istriku akibat dianiaya oleh orang tak dikenal. Kematian dia tidak terungkap hingga kini. Aparat kepolisian seolah kehilangan jejak. Setiap habis sembahyang, aku mendoakan dia agar mendapat ampunan-Nya. Aku tak sanggup membayangkan, detik-detik nyawanya berpisah raga.[] Pasongsongan, 8/11/2021

Bangga Diri

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Tubuh seksi dambaan wanita. Kaum Adam sangat menyukainya. Ia akan berfantasi lebih dalam pada kesunyian. Di sosial media Tonah mengupload foto dan video liar. Payudara besar, pinggang ramping, bibir sensual senantiasa ia tonjolkan. Kutang kecil sengaja ia pilih agar pria kian kesengsem. Dahsyat. Berjuta komentar pun menghampirinya. Kalimat gombal datang silih berganti di akunnya. Sindrom bangga diri melumat habis syukur di hatinya. Tatkala sakit menghinggapinya. Tubuhnya mulai kurus. Jiwa Tonah terguncang. Waswas berhamburan di jalan pikirannya. Ia tidak cantik lagi.[] Pasongsongan, 8/11/2021

Musran PAN di Pasongsongan

Gambar
Musran DPC PAN Sumenep dihelat di kediaman salah seorang kader PAN di Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep - Musyawarah Ranting (Musran) DPC PAN digelar di Dusun Lebak Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Hadir dalam acara tersebut Faisal Muhlis (Ketua DPD PAN Sumenep), Ahmad Azizi (Pembina Organisasi dan Kaderisasi DPC PAN Sumenep), dan beberapa pengurus partai berlambang matahari dari Kabupaten Sumenep. Ahad (7/11/2021). Ahmad Azizi mengajak kepada semua pengurus partai untuk senantiasa membangun soliditas. Jalinan komunikasi yang baik akan melahirkan solidaritas sesama kader. Sedangkan Faisal Muhlis dalam sambutannya menargetkan untuk memperoleh suara sebanyak-banyaknya. Sehingga PAN Sumenep bisa menjadi pemenang dalam Pemilu 2024 nanti. Kans itu terbuka lebar lantaran PAN Sumenep selalu berada di posisi lima besar. (Yant Kaiy)

Mitos Lubang Kuburan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Ada mitos dibeberapa desa di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, seseorang tidak diperkenankan menyediakan lubang kuburan. Karena hal itu sama artinya mengundang orang lain mati. Dalam hati saya protes. Bukankah semua yang bernyawa akan mengakhiri hidupnya. Kebetulan kemarin (Jumat, 5/11/2021) saya melayat di kawasan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Mayit selesai disholatkan di masjid setempat. Tapi tidak langsung dibawa ke kuburan karena lubangnya masih digali. Dalam menunggu, saya melontarkan gagasan pada salah seorang tokoh pemuda setempat. Bahwa di jaman sekarang manusia punya banyak aktivitas saban harinya. Kasihan kepada para takziah yang menunggu terlalu lama akibat lubang kuburan. Tokoh pemuda di hadapan saya sejenak diam berpikir. Ia sebenarnya setuju akan ide saya. Dirinya akan bermusyawarah dengan tokoh masyarakat lainnya.[]

Pengalaman Vegetarian Hadiri Undangan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Pada Jumat (5/11/2021), saya menghadiri undangan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Tamu undangan yang hadir tidak lebih dari seratus orang. Selesai acara, tuan rumah menghidangkan makanan. Menunya nasi rawon. Salah seorang teman saya yang vegetarian bilang kepada pramusaji, bahwa dirinya minta menu lain. Sejurus kemudian para hadirin menyantap makanan setelah dipersilakan oleh tuan rumah. Sementara teman saya yang vegetarian baru makan setelah tamu semuanya mau pulang. Aduh, kasihan. Usut punya usut, rupanya tamu undangan banyak tidak suka makan daging sapi. Sedangkan persediaan telur goreng habis. Kaum ibu di dapur menggoreng tahu dan tempe. Terpaksa saya menungguinya. Belum dihabiskan makanan di piring, ia buru-buru mengajak pulang.[]

Bunga-bunga Penyesalan

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Bagi orang bijak, menyesali segala apa yang telah terjadi dalam kehidupan ini termasuk perbuatan merugi. Perilaku mubazir. Berarti orang semacam itu tergolong tidak paham akan arti hidup sesungguhnya. Kira-kira begitu pidato para pakar agamawan. Aku sendiri masih mampu melintasi lembah demi lembah derita. Aku tidak ambruk kendati kebutuhan hidup serba kekurangan. Kerja siang-malam tidak menjamin sejahtera. Semua tahu itu. Namun sedikit orang yang ikhlas menerima kenyataan pahit sebagai anugerah dari-Nya. Menakar sukses seseorang bukan dari kulit luarnya. Bukan penampilan. Istriku terperosok pada pemahaman keliru. Mencoba menyentuh hatinya agar dia kembali pada hakikat hidup sebenarnya memang tidak mudah.[] Pasongsongan, 5/10/2021  

Pasar Pao dan Kemacetan Tiap Hari

Gambar
Tiap hari Pasar Pao Pasongsongan macet. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Pasar Pao berlokasi di simpang tiga Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Lokasinya begitu strategis, berada di pinggir jalan raya. Dinamakan Pasar Pao karena dulu disitu ada pohon mangga (Madura: pao ) besar tumbuh. Seiring perkembangan jumlah penduduk, banyaknya pembeli dan pedagang yang melakukan transaksi di pasar tumpah ini, kemacetan arus lalu lintas pun tak dapat dihindari. Terutama pada Selasa dan Sabtu. Pada kedua hari tersebut, kemacetan sudah pasti terjadi. Banyak sepeda motor dan mobil parkir bebas di badan jalan raya. Sedangkan pedagang menempati bahu jalan. Mereka seolah tidak peduli keselamatan dirinya dan orang lain. Kesemrawutan Pasar Pao menjadi keprihatinan semua pihak. Solusi cerdas dan bijak tentu sangat dinantikan. Langkah konkret dari sebuah gagasan sudah pasti akan menatalkan kenyamanan bersama. Semoga.[]